Lifestyle

Agar Tempura Berasa Krispi, begini Rahasia Memasaknya

PRIA YANG DIPERCAYA menjadi chef Duta Besar Jepang untuk ASEAN pada tahun 2016 ini memaparkan, perbandingan air dan telur.

Agar Tempura Berasa Krispi, begini Rahasia Memasaknya
surya/ahmad pramudito
Chef Masato Tsuki (kiri baju putih) sedang memeragakan cara masak Tempura disaksikan Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf, Konjen Jepang di Surabaya, Yoshiharu Kato, dan Chef Ken. 

SURYA.co.id | SURABAYA -Tempura bukan jenis makanan asing bagi warga Surabaya. Namun ternyata perlu teknik khusus agar menu dengan bahan udang ini bisa dinikmati dengan rasa krispi.

Menurut Vice Consul di Konsulat Jendral Jepang di Surabaya, Kaori Morohira, Tempura yang diperkenalkan sebagai makanan rakyat sejak abad ke-16 ini terbuat dari makanan laut atau sayuran yang dicelupkan ke dalam adonan tepung dan digoreng dalam minyak panas.

Ketika menggoreng tempura, kandungan air dalam tepung akan menguap dan mematangkan lauk.

Tempura yang dimasak memiliki tekstur yang renyah diluar dan menghasilkan bunyi ‘kres’ ketika digigit.

“Penggorengan dilakukan selama beberapa detik saja agar bahan makanan tidak terlalu kering dan mejaga kandungan vitamin pada bahan makanan tetap tinggi,” beber Chef Masato Tsuki.

Pria yang dipercaya menjadi chef Duta Besar Jepang untuk ASEAN pada tahun 2016 ini memaparkan, perbandingan air dan telur pada adonan tepung tempura 2 atau 3 banding 1 telur.

"Lebih renyah bisa dibuat 10 air banding 1 telur," imbuhnya.

Untuk minyak gorengnya, lanjut Chef Masato Tsuki, bisa menggunakan minyak zaitun, minyak wijen, atau minyak biji kapas.

"Saat memasak perhatikan temperaturnya, yaitu di kisaran 160-180?elcius," beber pria yang lahir di Kota Kanazawa, Prefektur Ishikawa pada tahun 1978 ini.

Jika tidak ada alat pengukur suhu pada kompor, Chef Masato Tsuki punya tips jitu untuk mengetahui tingkat kepanasan kompor.

Jika adonan yang dimasukkan ke dalam minyak yang panas itu turun sampai dasar wajan lalu naik lagi, itu tandanya temperatur sudah mencapai 160 derajat Celcius.

"Sedang bila adonan yang masuk ke dalam minyak tak sampai ke dasar wajan langsung naik lagi, artinya panas kompor di atas 160 derajat Celcius," kata Chef Masato Tsuki yang sebelumnya pernah jadi chef di Kedutaan Besar Jepang untuk Mesir dan Suriah pada tahun 2011.

Pria yang setelah lulus sekolah masak, bekerja di beberapa restoran dan hotel di Prefektur Osaka ini menambahkan, untuk menghasilkan tampilan masakan yang lebih cantik, bahan makanan dipotong tipis atau diberikan irisan pada bahan makananannya.

Acara demo masak dalam rangkaian kegiatan Japan Week ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Jawa Timur.

Di antaranya adalah Wakil Gubernur Jatim, H Syaifullah Yusuf, Ketua DPRD Jatim, Abdul Halim Iskandar, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Jarianto.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help