Properti

Proyek Apartemen Tumbuh Pesat, Prospek Hunian Horizontal Masih Meyakinkan

Hunian horizontal atau landed house masih dicari banyak konsumen. Tak heran, pengembang di daerah pinggiran masih berlomba-lomba mengembangkannya.

Proyek Apartemen Tumbuh Pesat, Prospek Hunian Horizontal Masih Meyakinkan
properti.kompas.com
ilustrasi properti 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hunian bertipe horisontal ternyata masih menjadi tumpuan pengembang properti di pinggir kota. Di antaranya adalah PT Megatopmas Prima yang kembali meluncurkan cluster terbarunya di kawasan perbatasan Surabaya-Ahmad Yani, Green Florencia.

Sonny Santoso, direktur utama PT Megatopmas Prima sebagai pengembang Green Florencia, mengatakan bahwa pihaknya optimistis dapat memasarkan produknya di tengah ketatnya persaingan dengan beberapa developer apartemen.

"Apartemen maupun landed houses mempunyai keunggulan maupun kelemahan masing-masing. Kami melihat bahwa landed houses masih memiliki pasar di kawasan tersebut," ujar Sonny pada acara pre-launching, Senin (14/2/2017).

Kepercayaan diri developer yang berbasis di Sidoarjo tersebut terlihat dari jumlah unit yang dilucurkan pada proyek kali ini. Tak tanggung-tanggung, kali ini mereka menawarkan 300 unit sekaligus di atas tanah 10 hektar yang juga merupakan pengembangan dari perumahan Permata Jaya Maspion tersebut. Lokasinya berada dekat dengan pusat perbelanjaan, Aloha, Sidoarjo.

"Kami memang melihat ada peluang untuk membuat hunian vertikal di sana karena lokasinya memang sangat strategis. Namun, saat ini kami melihat ada tren positif yang mengarah ke hunian dalam bentuk rumah. Terlihat dari jumlah backlog hunian yang mencapai ribuan unit di tiap tahunnya," lanjut Sonny.

Green Florencia terdiri dari hunian yang dibangun di atas tanah seluas 90 meter tiap unitnya. Selain itu, meski berupa hunian horizontal, hunian yang dijual di kisaran Rp 500 jutaan itu telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas premium.

Misalnya, pemasangan kabel listrik di dalam tanah. Lalu, ada parking system. Serta, penggunaan rumput sintetis sebagai pengganti pelapis jalan.

"Jalan akan menggunakan pondasi batu. Namun, untuk luarnya kami akan mengganti aspal dengan rumput sintetis," jelas Sonny.

Penggunaan rumput sintetis tersebut untuk memperkuat kesan alami kawasan itu yang dekat dengan danau.

"Jadi, penghuni juga akan mendapatkan kesan lake-view yang alami," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved