Berita Sumenep Madura

Apes, Baru Beli Mobil Kinyis-kinyis, Pasutri ini Tanpa Sebab Dicelurit Tetangga, begini Ceritanya

H ANAS MENDERITA LUKA serius di perut sebelah kanannya dan istrinya Puyati tangan kirinya luka parah.

Apes, Baru Beli Mobil Kinyis-kinyis, Pasutri ini Tanpa Sebab Dicelurit Tetangga, begini Ceritanya
T Nation
ilustrasi penganiayaan 

SURYA.co.id | SUMENEP – Tidak diketahui motif dan alasaanya, Halifi (35) warga Dusun Dandan, Desa Pragaan Daya, tiba-tiba mengamuk dan menganiaya pasangan suami istri ( pasutri ) H Anas (40) dan Puyati (35), warga Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Senin (13/2/2017).

Akibatnya pasutri yang baru saja membeli mobil Suzuki Ertiga ini menderita luka parah.

H Anas menderita luka serius di perut sebelah kanannya dan istrinya Puyati tangan kirinya luka parah bahkan jari kirinya nyaris putus akibat sabetan celurit pelaku.
Keduanya pun dilarikan ke rumah sakit daerah (RSD) dr H Moh Anwar Sumenep.

Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Pinora Ananta, melalui Kasubag Humas AKP Suwardi penganiayaan itu bermula ketika pasutri tersebut melintas di Jalan Dusun Malaka, Desa Jaddung, Pragaan, dengan mengendarai Mobil Suzuki Ertiga, warna hitam yang masih baru dan belum ada nomor polisinya.

‘’ Dia dihadang oleh pelaku yang tanpa alasan jelas tiba-tiba mengamuk dan merusak mobil korban. H Anas dan istrinya yang melihat mobilnya dirusak, pun turun dari mobil berusaha akan mencegah pelaku,’’ papar Suwardi, Senin (13/2/2017).

Namun belum lagi bisa menghadang pengrusakan mobilnya, korban yang baru saja turun dari mobil malah langsung diserang pelaku.

Korban terkejut melihat serangan pelaku pun menghindar dan beberapakali sabetan celurit berhasil ditepis.

Namun pada sabetan celurit berikutnya, mengenai perut H Anas, hingga korban merintah kesakitan dan darah segar mengucur deras.

‘’ Melihat suaminya terluka, istri korban H Anas berusaha membantu suaminya. Namun pelaku yang kalap pun penebas tangan kiri Puyati hingga terluka, bahkan sebagian jarinya nyaris terputus,’’ lanjutnya.

Kedua korban berteriak minta tolong warga sekitar, hingga puluhan warga berdatangan ke lokasi kejadian. Melihat banyak warga yang datang, pelaku melarikan diri kabur dan meninggalkan kedua korban tergeletak bermandikan darah.

‘’ Warga yang melihat korban berdarah, langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat, lalu kemudian dirujuk ke RSD dr H Moh Anwar Sumeneo,’’ tambah Suwardi.

Aparat kepolisian yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengejar pelaku yang kabur. Hingga petang menjelang malam pelaku masih belum menyerahkan diri. Petugas yang juga menyanggongi rumah tempat tinggalnya, namun pelaku tidak ditemukan.

‘’ Motifnya penganiayaan ini masih belum jelas, karena pelakunya belum tertangkap. Saat ini dalam pengejaran petugas,’’ pungkasnya.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help