Berita Magetan

Geregetan, Warga Tanami Jalan Rusak di Magetan dengan Pohon Pisang

Lubang jalan yang ditanami pisang tidak hanya satu tapi ada tiga lubang, dengan diameter yang relatif lebar dan dalam.

Geregetan, Warga Tanami Jalan Rusak di Magetan dengan Pohon Pisang
surya/doni prasetyo
Warga menanami jalan kabupaten yang rusak di Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan dengan pohon pisang, Sabtu (11/2/2017). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Jalan kabupaten sepanjang dua kilometer di Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan yang sering mencelakakan pengendara kendaraan ditanami pohon pisang oleh warga.

"Sudah tidak bisa dihitung lagi pengendara kendaraan khususnya kendaraan bermotor celaka masuk di lubang jalan itu. Kesepakatan warga, lubang itu ditutup pohon pisang,'kata Suroso Ketua RT13/RW4, Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan kepada SURYA.co.id, Sabtu (11/2-2017).

Penanaman itu, lanjut Suroso, selain memberi isyarat bagi pengguna jalan yang melewati jalur jalan kabupaten di Desa Tanjungsepreh itu juga untuk menarik perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar secepatnya bisa diperbaiki, supaya tidak ada jatuh korban lagi.

"Masih untung, meski ada beberapa menderita luka parah, tapi belum ada yang sampai meninggal akibat lubang jalan itu. Mudah-mudahan Pemkab Magetan segera memperbaiki daripada terlanjur membawa korban nyawa,"ujarnya.

Dikatakan Ketua RT ini, lubang jalan yang ditanami pisang tidak hanya satu tapi ada tiga lubang, dengan diameter yang relatif lebar dan dalam.

"Lubang jalan ini sudah lama. Warga berusaha menambalnya dengan kerikil dicampur tanah liat dari bahan genteng, kebetulan di sini sentra industri genteng. Tapi karena hujan turun terus, tambalan dari tanah liat hancur lagi dan lubang tambah dalam,"jelasnya.

Menurut Suroso, jalur jalan kabupaten di Desa Tanjungsepreh ini rusak karena setiap hari dilewati ratusan kendaraan dump truk yang melebihi tonase hingga 20 ton lebih.

"Jalan kabupaten yang hancur bukan hanya yang melintas di jalur jalan sini, tapi juga di Temboro tetangga desa sampai Desa Jungke, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Di Temboro bukan hanya rusak, tapi jalannya sudah hancur,"katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Ir Mochtar yang dikonfirmasi mengatakan, dalam kesepakatan dengan warga setempat tidak boleh dilalui muatan tambang yang pastinya melebihi tonase muatan dan kelas jalan.

"Tapi faktanya, setiap hari dump truk tambang bermuatan melebihi batas tonase. Sehingga kelas jalannya tidak sesuai dan itu penyebab cepatnya jalan di Tanjungsepreh rusak. Warga mestinya menuntut pemilik tambang, karena DPU tidak punya kewenangan untuk melarang, itu hak warga sebagai pemilik dan pengguna jalan," katanya.

Untuk jalan Temboro, kata Mochtar, saat ini baru proses penggalian bahu jalan dan baru dilakukan pengurukan oleh penambang.

Sehingga untuk perbaikan badan jalan belum memungkinkan, karena untuk perbaikan badan jalan belum tersedia anggaran.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved