Berita Gresik

Razia di 4 Kecamatan, Satpol PP Gresik Amankan Perempuan Pramusaji

Satpol PP Kabupaten Gresik merazia sejumlah warung kopi di empat kecamatan. Dalam razia ini, mereka mengamankan beberapa perempuan pramusaji...

Razia di 4 Kecamatan, Satpol PP Gresik Amankan Perempuan Pramusaji
Surabaya.tribunnews.com/Sugiyono
Sejumlah perempuan pramusaji yang terjaring razia Satpol PP Gresik didata oleh petugas Satpol PP 

SURYA.co.id | GRESIK - Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik kembali merazia 9 pramusaji warung kopi tanpa identitas yang menjual minuman keras (Miras) dan jadi pemandu karaoke.

Dalam razia yang berlangsung di empat kecamatan di Gresik Utara ini, selain membawa para pekerja ilegal, mereka juga menyita sejumlah soundsystem dan berbotol-botol minuman keras.

"Mereka semua tak memiliki Kipem (Kartu identitas penduduk musiman, Red). Sebagian dari mereka ada yang bekerja sebagai pramusaji dan lainnya ada yang menjadi pemandu karaoke," kata Jonter Simanjuntak, Kasi Ops Satpol PP Gresik, Jumat (10/2/2017).

Razia dilakukan di beberapa titik yaitu kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu dan Dukun.

Di wilayah Kecamatan Manyar mendapatkan dua pramusaji dan puluhan botol miras. Kemudian di Kecamatan Bungah petugas mendapatkan seorang pramusaji tanpa identitas resmi.

Di saat bersamaan, tim lain bergerak ke Kecamatan Sidayu dan Dukun, serta menemukan lima pramusaji serta puluhan botol miras yang disembunyikan dalam lemari warung.

Kepala Bidang ketentraman dan ketertiban umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Gresik, Mulyanto mengatakan, razia dilakukan untuk menertibkan pendatang di Gresik.

Dikhawatirkan ada pelaku kriminalitas yang datang di kota santri.

"Sesuai Perda Nomor 15 tahun 2013 tentang ketentraman dan ketertiban umum ya kita menjalankan tugaa," imbuhnya.

Sementara Sriatun (34), pramusaji asal Palang, Tuban mengungkapkan hanya bertugas menjaga warung. Tidak ada prostitusi dan karaoke. Suara musik yang putar juga pelan-pelan. Hanya untuk lingkup warung dan tidak sampai terdengar di luar warung.

"Selama ini tidak pernah ada razia-razia. Baru kali ini. Saya hanya menjaga warung yang setiap bulan pulang untuk ketemu keluarga dan anak," kata Sriatun, janda dua anak.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved