Berita Surabaya

Antrean Pembayar Denda Tilang Mencapai Puluhan Ribu, begini Solusi Ditawarkan Kajari Surabaya

"INI SEMESTINYA harus ada solusi supaya tidak terkumpul di hari Jumat saja," kata Didik, Jumat (10/2/2017).

Antrean Pembayar Denda Tilang Mencapai Puluhan Ribu, begini Solusi Ditawarkan Kajari Surabaya
surya/zainudin
Pelayanan pengambilan denda tilang di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jumlah masyarakat yang terkena tilang dan diambil di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terus membeludak. Setiap Jumat orang yang mengambil STNK atau SIM mencapai 5.000 sampai 10.000 orang.

Banyaknya orang yang berkumpul dalam satu titik, suasana Kejari Surabaya terlihat ribet dan penuh sesak orang.
Lokasi pengambilan yang biasanya dilayani di loket depan, terpaksa dipindah ke belakang dekat lokasi penyimpanan barang bukti.

Selain suasananya panas area untuk antre tidak begitu banyak. Sementara lokasi di dekat penyimpanan barang bukti cukup luas dan tidak banyak lalu lalang orang di halaman depan.

Semakin meningkatnya jumlah pengambil STNK dan SIM orang yang melanggar, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi harus berpikir.

"Ini mestinya harus ada solusi supaya tidak terkumpul di hari Jumat saja," kata Didik, Jumat (10/2/2017).

Menurut Didik, selain terjadi antrean panjang dan berdesak-desakan suasananya menjadi tidak enak. Apalagi kondisi sekarang sering hujan.

"Makanya kami akan bicara dengan aparat terkait agar orang-orang tidak mengambil di hari Jumat saja. Kasihan kan kalau sampai kehujanan atau pingsan saat antre berdiri," ungkapnya.

Usulan yang dilontarkan kajari adalah, polisi lalu lintas yang menilang di hari Senin, misalnya, pengambilannya dilakukan hari Senin dan seterusnya.

Mungkin di surat tilang itu ditulis hari yang sama saat ditilang.

"Kan rata-rata orang langsung mengambil kesini (Kejari Surabaya) dari pada di PN Surabaya untuk mengikuti sidang. Tujuannya agar tidak terjadi antrea banyak. Masak mengambil saja harus antrea berjam-jam," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help