Surya/

Berita Bisnis

Pengembang Properti Incar Kawasan Penyangga, Bangun Apartemen Pertama di Gresik

Pasar properti masih sangat terbuka lebar, terutama di Kabupaten Gresik.

Pengembang Properti Incar Kawasan Penyangga, Bangun Apartemen Pertama di Gresik
surya/m taufik
Para petinggi Gunawangsa Group di sela acara ground breaking Gunawangsa Gresik di Jalan Veteran, Gresik, Kamis (9/2/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pasar properti terus berkembang ke kawasan penyangga. Di Jawa Timur, setelah Surabaya terasa penuh, para pengembang properti mulai mengincar daerah penyangga, seperti Sidoarjo dan Gresik.

Bukan hanya landed house, hunian vertical juga terus berkembang ke daerah pinggiran.

“Tapi pasar utamanya tetap dari Surabaya,” ungkap Triandy Gunawan, Direktur Gunawangsa Group usai acara ground breaking Gunawangsa Gresik Superblok, Kamis (9/2/2017).

Buktinya, apartemen pertama di Gresik yang dibangun di atas lahan seluas 4,3 hektar di Jalan Veteran tersebut 70 persen pembelinya berasal dari Surabaya.

Sementara 25 persen pembeli dari Gresik, dan sisanya dari Jakarta, Lamongan, Malang, serta beberapa daerah lain.

“Kawasan penyangga sangat besar potensinya, terutama Gresik yang daya belinya sangat bagus lantaran dekat dengan Surabaya. Karena itulah, Gunawangsa dan beberapa perusahaan property ternama lainnya terus berusaha mengembangkan bisnis di kota ini,” sambung Triandy.

Pada tahap awal, Gunawangsa akan membangun empat tower yang masing-masing berisi 215 unit hinuan.

Semua itu ditarget tuntas pada tahun 2019, dan bakal disambung empat tower lain yang lebih besar dan lebih tinggi.

Jika empat tower pertama hanya 15 lantai, empat tower berikutnya paling rendah direncanakan 20 lantai.

“Nilai investasi untuk delapan apartemen plus area komersil di Superblok Gunawasangsa sekitar Rp 1,3 triliun. Namun untuk tahap awal ini, baru sekitar Rp 500 miliar,” urainya.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help