Grahadi

Pemprov Jatim

Jumlah Kasus Demam Berdarah di Jatim Menurun berkat Tiga Program ini

PROGRAM LAIN cukup berhasil mengurangi adalah kerjasama dengan PKK yang dikomandani Dra Hj Nina Soekarwo MSi dengan gerakan ‘3M Plus’.

Jumlah Kasus Demam Berdarah di Jatim Menurun berkat Tiga Program ini
foto:istimewa
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Drs Benny Sampir Wanto 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di Jawa Timur, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terkendali, bahkan jumlahnya cenderung menurun.

Walau demikian, masyarakat tetap harus hati-hati karena keterlambatan penanganan penyakit ini bisa berkibat fatal, yakni kematian.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Drs Benny Sampir Wanto MSi mengomentari pemberitaan adanya kasus DBD di Jatim, khususnya di Gresik, Rabu (8/2/2017).

“Bila dibandingkan data bulan Januari selama lima tahun terakhir, tren kasusnya terlihat cenderung menurun. Selain itu, bulan Januari 2017, tidak ada laporan terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa),” ujarnya.

Data dari Dinas Kesehatan Jatim menyebutkan, pada Januari 2013 jumlah penderita DBD di Jatim 17.230 orang, Januari 2014 sebanyak 9.445 orang.

Sedang pada Januari 2015 terjadi kenaikan cukup tinggi pada jumlah penderita DBD di Jatim sebanyak 21.266 orang, sehingga ditetapkan sebagai KLB.

Pada Januari 2016, lanjut Benny, jumlah penderita kembali turun menjadi 3.590 orang.

Sedang pada Januari 2017, kasus DBD di Jatim 410 penderita. Dari jumlah itu, jumlah penderita meninggal 5 orang.

Dijelaskan, data tersebut baru berasal dari 19 kabupaten/kota.

“Kabupaten/kota yang lain belum melaporkan karena sampai saat ini masih dilakukan verifikasi data,” kata Benny.

Kabupaten/kota yang sudah melaporkan, tiga daerah dengan jumlah penderita DBD terbanyak adalah Bondowoso 69 kasus, Kabupaten Probolinggo 66 kasus, dan Kota Probolinggo 36 kasus.

“Sedangkan lima penderita meninggal berasal dari Batu, Bondowoso, Jember, dan Malang,” tanda Benny.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help