Berita Mojokerto

Razia Dadakan, Petugas Lapas Mojokerto Temukan Barang-barang ini dari Ruang Tahanan

PETUGAS JUGA menemukan sebuah botol yang diduga akan digunakan untuk membuat bong.

Razia Dadakan, Petugas Lapas Mojokerto Temukan Barang-barang ini dari Ruang Tahanan
surya/sudarma adi
Petugas Lapas Klas 2B Mojokerto saat menunjukkan belasan ponsel yang diamankan dari sel tahanan, lewat razia dadakan, Senin (6/2/2017). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Mencegah peredaran narkoba dan kekerasan di dalam sel, petugas Lapas Klas 2B Mojokerto menggelar razia dadakan.

Dari razia itu, petugas menyita belasan ponsel dari dalam sel blok tahanan.

Kepala Lapas Klas 2B Mojokerto, Muhammad Hanafi menuturkan, razia ini memang dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba di dalam lapas.

"Makanya kami menggelar razia di blok sel tahanan. Dalam tiga minggu ini kami sudah menyita 15 unit ponsel dan charger serta earphone. Kami juga menyita uang Rp 5,8 juta," jelasnya kepada wartawan, Senin (6/2).

Tak hanya itu, dalam razia itu petugas juga menemukan dua buah senjata tajam (sajam) berupa pisau dan alat hisap sabu atau bong.

Petugas juga menemukan sebuah botol yang diduga akan digunakan untuk membuat bong. Seluruh barang bukti itu, diamankan petugas dari dalam sel blok tahanan lapas.

"Kami berusaha serius dalam memerangi peredaran narkoba di lapas. Lapas memang menjadi fokus bagi para pengedar. Maka itu, kami punya kewajiban untuk melakukan penanggulangan, yakni dengan menutup lubang-lubang masuknya narkoba," terangnya.

Dari hasil penyelidikan petugas di lapangan, ada berbagai macam cara yang digunakan para pengedar untuk memasukkan narkoba ke dalam lapas. Mereka memanfaatkan kelengahan petugas sipir saat membesuk tahanan di dalam lapas.

"Ponsel ini yang mereka gunakan untuk bertransaksi. Caranya macam-macam, ada yang disembunyikan di dalam pembalut. Ada yang ditaruh di celana dalam. Apapun mereka lakukan untuk bisa memasukkan narkoba ke sini," terangnya.

Untuk itu, dia bakal terus memperketat pemeriksaan dan penjagaan. Adapun pemeriksaan di Lapas Kelas 2B Mojokerto ini sudah menggunakan tiga lapis, yakni di depan pintu masuk, kemudian di ruang pemeriksaan makan dan saat pembesuk keluar dari dalam lapas.

"Warga binaan yang kedapatan membawa ponsel ilegal, hak mereka akan kami kurangi. Itu seperti remisi tidak kami berikan atau pembebasan bersyarat tak diberikan. Untuk sipir yang terbukti melanggar, kami kenakan sanksi. Sesuai komitemen apabila dalam sipir terlibat kasus narkoba, maka pasti kami pecat," pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved