Surya/

Berita Kampus Surabaya

Komunitas Hong, Latih Guru Selipkan Permainan ke Mata Pelajaran, begini Konsepnya

KOMUNITAS RESMI berdiri pada 2005 itu memfokuskan diri pada melatih guru-guru untuk menyelipkan unsur permainan.

Komunitas Hong, Latih Guru Selipkan Permainan ke Mata Pelajaran, begini Konsepnya
surya/neneng uswatun hasanah
Peserta Career Camp UK Petra melihat-lihat Museum Permainan Tradisional dan mendengarkan materi dari pendiri Komunitas Hong. 

SURYA.co.id | BANDUNG - Menyelipkan permainan ke sistem pembelajaran, saat ini sudah jarang dilakukan oleh sekolah dan guru. Padahal, menurut pendiri Komunitas Hong, Dr M Zaini Alif SSn Mds pada acara Career Camp UK Petra, permainan memiliki dasar filosofis yang kuat dalam hal apapun.

"Permainan banyak mengajarkan tentang kehidupan. Misalnya saja permainan sederhana Hompimpa yang mengajarkan untuk pasrah terhadap apapun yang bisa saja terjadi dalam kehidupan," terangnya pada SURYA.co.id, Senin (6/2/2017).

Semakin sedikitnya konsep permainan dalam pembelajaran suatu generasi, semakin mudah pula generasi tersebut terintervensi dan menimbulkan perpecahan.

Dengan keberagaman permainan tradisional Indonesia saja, ujarnya, bisa mengajarkan bahwa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, dan ras.

Komunitas yang resmi berdiri pada 2005 itu memfokuskan diri pada melatih guru-guru untuk menyelipkan unsur permainan dan mata pelajaran yang diajarkan.

"Kami bukan hanya melakukan konservasi permainan tradisional, tapi juga mentransfusikan nilai-nilainya pada siapa saja," katanya.

Museum permainan tradisional Komunitas Hong berada di Dago Pakar Bandung, Subang, Mojokerto, dan Bali. Pengelolaannya dengan konsep sociopreneur yang utama yaitu memberdayakan masyarakat.

Lahan Museum Permainan Tradisional Komunitas Hong di Bandung terletak di Dago Pakar Utara dengan lahan seluas 500 meter persegi.

Menurut Jajak Imansyah, salah satu pengurus Komunitas Hong, museum tersebut telah mengumpulkan 2.600 permainan tradisional dan akan terus bertambah melalui riset yang terus dilakukan.

Museum Permainan Tradisional itu dibuka untuk umum dengan biaya Rp 50 ribu per orang.

"Untuk Senin-Jumat khusus untuk rombongan, sedangkan pada Sabtu-Minggu terbuka juga untuk individu dan keluarga," jelasnya.

Meski dalam kondisi hujan, peseta Career Camp UK Petra tetap antusias untuk mengikuti materi serta praktik langsung konsep sociopreneur bersama Komunitas Hong.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help