Berita Surabaya

Menganggap Ahok Lecehkan KH Ma'ruf Amin, Begini Tuntutan NU Jatim

Nahdlatul Ulama Jawa Timur merasa kecewa atas sikap Ahok yang dianggap melecehkan KH Ma'ruf Amin. Begini desakan mereka...

Menganggap Ahok Lecehkan KH Ma'ruf Amin, Begini Tuntutan NU Jatim
tribunnews
Calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

SURYA.co.id | SURABAYA - NU (Nahdlatul Ulama) Jatim kecewa atas sikap Ahok yang dinilai melecehkan KH Ma'ruf Amin.

Meski Ahok telah minta maaf, namun Ahok dinilai telah menebar kebencian kepada Ketua MUI yang juga Ketua Umum PBNU KH Ma'ruf Amin.

Karena itu, wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar mendesak aparat hukum untuk mengusut tindakan Ahok yang dinilai tidak saja melanggar etika, tapi juga melanggar hukum berbicara.

"Kami menyayangkan sikap Ahok dan pengacaranya di PN. Kami Kecewa berat karena telah terjadi perlakuan tidak semestinya. Muncul ucapan tak sesuai budaya santun," kata Anwar.

Dia melanjutkan, kubu Ahok dinilai telah menyampaikan ucapan dan sikap sarkastis kepada pimpinan tertinggi organisasi terbesar Islam ini.

Tindakan itu sama saja dengan menyudutkan pimpinan mereka.
'
Ahok dan tim pengacara dinilai telah secara nyata melanggar UU Hate Speech atau ujaran kebencian. NU Jatim ini mendesak pihak yang berwajib segera memproses hukum.

"Kami mendesak kepolisian mengusut terdakwa dan penasehat hukum sampai tuntas. Tegakkan hukum. Hukum utk ditegakkan bukan dilanggar begini," tandas Anwar.

Terkait peristiwa di pengadilan itu pula, PWNU juga menyikapi kasus penyadapan. Jika terjadi penyadapan hingga muncul transkrip, pihak berwenang segera menindak karena telah melanggar UU penyadapan.

"Siapa pun harus diproses hukum. Kalau yang menyadap itu aparat maka Presiden yang harus bertindak," tandas Anwar.

Meski demikian, NU Jatim meminta kepada semua warga NU tetap waspada. Warga NU mulai cabang hingga ranting Harus bergerak satu komando PWNU.

"PWNU tetap mementingkan kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan dan stabilitas NKRI," tambah Anwar.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved