Berita Pasuruan

Waspada, Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo Langganan Macet, Penyebabnya. . .

Antrean tak hanya terlihat di arus lalu lintas menuju ke Probolinggo, tapi juga sebaliknya.

Waspada, Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo Langganan Macet,  Penyebabnya. . .
surya/galih lintartika
Proyek pembangunan saluran precast di Jalan Pantura Pasuruan-Probolinggo di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji menjadi langganan macet, Rabu (1/2/107). Kemacetan di lokasi ini sangat parah, bisa lebih dari lima kilometer antrean kendaraannya dari dua arah. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Jalan Pantura Pasuruan - Probolinggo, akhir - akhir ini sering menjadi langganan macet.

Selain karena banjir atau kecelakaan, kemacetan ini disebabkan beberapa faktor lain.

Di antaranya pembangunan saluran precast di Jalan Pantura Pasuruan - Probolinggo tepatnya Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Ada juga karena rusaknya rel kereta api di Kecamatan Bangil.

Rel ini mengelupas dan membuat pengguna jalan baik itu roda dua, roda empat, atau bahkan lebih harus berhati - hati saat melintasi rel ini.

Jika tidak, roda kendaraan menjadi korbannya alias bocor atau meletus.

Sudah banyak kendaraan yang rodanya bocor karena tidak hati-hati saat melintasi rel ini.

Selain itu, penyebab kemacetan juga karena banyaknya jalan yang berlubang di sepanjang jalan Pantura ini. Jumlahnya pun ratusan.

Mayoritas kedalamannya lebih dari 5 sentimeter dengan lebar lebih dari 10 sentimeter.

Proyek pembangunan saluran precast di Jalan Pantura Pasuruan-Probolinggo di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji menjadi langganan macet, Rabu (1/2/107). Kemacetan di lokasi ini sangat parah, bisa lebih dari lima kilometer antrean kendaraannya dari dua arah.
Proyek pembangunan saluran precast di Jalan Pantura Pasuruan-Probolinggo di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji menjadi langganan macet, Rabu (1/2/107). Kemacetan di lokasi ini sangat parah, bisa lebih dari lima kilometer antrean kendaraannya dari dua arah.

Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan. Jika tidak hati-hati, pengguna jalan bisa mengalami kecelakaan dan bisa meregang nyawa.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved