Advertorial

Cermati Truk Masuk Kampung, Bikin Jalan Rusak dan Semrawut

"INI YANG HARUS dicermati bersama. Alasan truk masuk kampung karena di situ ada gudang barang," kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Darmawan.

Cermati Truk Masuk Kampung, Bikin Jalan Rusak dan Semrawut
surya/habibur rohman
RUSAK KENYAMANAN – Ilustrasi: pengendara harus memperlambut laju kendaraan saat melintasi jalan yang rusak di sebuah kawasan perkampungan di Surabaya. Rusaknya jalan ini akibat masuknya kendaraan berat di jalan perkampungan. DPRD mendesak Pemkot Surabaya segera merespons masalah seperti ini, sehingga tidak merugikan warga perkampungan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Saat ini, banyak kendaraan yang bukan kelasnya mausk ke kampung-kampung di Surabaya.

Akibatnya, tidak saja membuat semrawut jalan kampung, juga banyak jalan kampung yang rusak karena tonase kendaraan yang melintas melebihi kelas jalan.

"Ini yang harus dicermati bersama. Alasan truk masuk kampung karena di situ ada gudang barang," kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Darmawan, Senin (30/1/2017).

Dikatakan, banyak warga kampung yang mengeluh dengan lalu-lalangnya truk besar melintas di jalan rumah mereka. Rata-rata adalah truk yang hendak ke gudang atau salah satu industri yang ada di akses permukiman.

Cak Aden, panggilan akrab Darmawan, mencatat sejumlah wilayah perkampungan yang kerap dilintasi truk yakni daerah Kutisari, Gununganyar, Gunungsari, Tenggilis Mejoyo, hingga daerah Gayungan PTT.

Warga di daerah itu tak bisa berbuat banyak lantaran truk itu keluar masuk karena ada gudang dan pabrik di perkampungan itu.

"Keberadaan gudang atau pabrik di perkampungan itu yang harus ditinjau ulang. Karena harus menyesuaikan dengan rencana tata ruang dan wilayah kota (RT/RW)," tegasnya.

Dulu, lanjutnya, barangkali di kawasan itu sudah ada gudang berdiri. Namun dalam perkembangannya, kawasan itu masuk dalam kawasan permukiman. Seharusnya gudang atau pabrik yang menyesuaikan dengan perkembangan ini.
"Kecuali home industry. Itu pun, kendaraan yang masuk kampung harus kendaraan kecil," kata Cak Aden.

Kalau sekadar macet dan jalan semrawut, warga mungkin bisa memaklumi. Namun kalau sudah sampai merusak jalan, ini yang membuat warga resah dan marah.

"Apalagi saat ini musim hujan, sedikit lubang pada aspal akan makin sporadis kerusakannya saat truk besar itu melintas," katanya.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved