Penerbangan

Citilink Siapkan Rute Penerbangan ke Ambon dan Ternate

Enam pesawat ini akan menambah jumlah pesawat Citilink yang mencapai 44 pesawat sehingga akhir tahun 2017 bisa mencapai 50 pesawat.

Citilink Siapkan Rute Penerbangan ke Ambon dan Ternate
Surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Armada Citilink yang pertama kali tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, disambut dengan tari-tarian tradisional, Senin (23/1/2017) waktu setempat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sukses dengan penerbangan rute Jakarta dan Surabaya via Makassar ke Jayapura, PT Citilink Indonesia bersiap mengembangkan sayap untuk terbang di rute jurusan Ambon dan Ternate.

Hal itu diungkapkan Mega Satria, Direktur Keuangan PT Citilink Indonesia, usai penerbangan perdana rute ke Jayapura, pekan lalu.

"Semester I ini kami siapkan untuk penambahan rute-rute di wilayah Indonesia Timur. Masih dalam proses, mungkin ke Ambon atau Ternate. Dengan bandara yang bisa untuk pesawat Airbus A 320-200," jelas Mega.

Apalagi di tahun 2017 ini, Citilink juga telah menyiapkan langkah bisnis dengan menambah enam pesawat Airbus lagi.

Enam pesawat ini akan menambah jumlah pesawat Citilink yang sudah mencapai 44 pesawat. Sehingga akhir tahun 2017 bisa mencapai 50 pesawat

Menurut Mega, pesawat baru itu didapat Citilink dengan sistim sewa, selama 12 tahun. Pembiayaaannya menggunakan dana pinjaman dari lembaga pembiayaan (leasing).

Direktur Utama Cililink Indonesia, Albert Burhan, menambahkan, dengan memperbanyak rute di wilayah Indonesia Timur, maka Cilitink berhasil melayani konsumem dari ujung timur Indonesia dari Aceh, hingga ke ujung barat, di Jayapura.

"Karena itu kami juga berharap bisa melayani dari ujung selatan ke ujung utara," tambah Albert.

Selain menambah pesawat dan rute, Citilink juga mentargetkan tingkat keterisian (low factor) hingga 80 persen untuk semua rute. Berbagai upaya dilakukan maskapai yang masuk kategori Lost Cost Carier (LCC) itu untuk mencapai target tersebut. Antara lain, dengan memperbanyak kerjasama dengan perhotelan dan tenpat wisata.

"Selama ini sudah kami lakukan, tapi masih terbatas di Jawa. Untuk selanjutnya bisa dengan daerah lain. Kami terus lakukan pertemuan dengan PHRI (Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia-red) setempat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan," ungkap Burhan.

Dalam kesempatan itu, saat ditanya keinginannya untul mundur dari Citilink sebagai imbas kasus pilot mabuk, Albert mengatakan dirinya sudah menyerahkan surat pengunduran diri, tapi keputusannya akan diberikan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Belum ada keputusan, yang pasti saya tetap bekerja secara sungguh-sungguh dan ternyata dari kejadian kemarin belum atau tidak ada imbas besar terhadap low factor maupun layanan Citilink," tandas Albert.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved