Surya/

Pemkot Surabaya

Pemkot akan Dampingi Ibu Hamil sejak Calon Pengantin, ternyata ini Tujuannya

RISMA menjelaskan bahwa pemeliharaan asupan gizi dan kesehatan bayi hingga usia dua tahun wajib menjadi perhatian setiap orang tua.

Pemkot akan Dampingi Ibu Hamil sejak Calon Pengantin, ternyata ini Tujuannya
surya/ahmad zaimul haq
Seorang ibu hamil sedang menjalani perawatan relaksasi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pendampingan ibu hamil merupakan upaya untuk program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang merupakan cikal bakal kehidupan.

Langkah ini dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dengan memberikan sosialisasi dan pendampingan sejak pasangan muda masih calon pengantin.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di hadapan ratusan undangan pada acara Gebyar 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Balai Pemuda pagi tadi (25/1/2017).

Walikota menjelaskan bahwa pemeliharaan asupan gizi dan kesehatan bayi hingga usia dua tahun wajib menjadi perhatian setiap orang tua.

Pasalnya, jika anak kekurangan asupan gizi pada awal pertumbuhan, fisiknya akan tumbuh lebih pendek dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan akan berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan, serta menurunkan produktivitas pada usia dewasa.

“Dengan cara seperti ini, kita bisa menentukan mualai dari IQ-nya seperti apa, kecerdasan intelektualnya, hingga fisiknya seperti apa di masa depan mulai sekarang,” tegas walikota.

Orang nomor satu di Surabaya ini menekankan konsumsi ikan oleh ibu hamil seperti di Korea Selatan yang penduduknya berpostur tinggi.

Karena mulai dari kandungan hingga bayi, mereka diberi asupan makanan ikan laut.

Walikota meminta kepada kepala Dinas Kesehatan agar melakukan sosialiasi konsumsi ikan sejak mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Sosialisasi makan ikan ini harus dipaksa, jika anak tidak suka harus dipaksa. Karena ini baik untuk anak dan ibunya.” tegas Risma.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help