Media Sosial

SBY Sebut Juru Fitnah dan Penyebar Hoax Berkuasa, Ini Tanggapan Jusuf Kalla

CUITAN SBY: Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang?

SBY Sebut Juru Fitnah dan Penyebar Hoax Berkuasa, Ini Tanggapan Jusuf Kalla
Tim Wakil Presiden
ARSIP - Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, kawasan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016) malam. 

SURYA.co.id - Akun resmi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, @SBYudhoyono, mengunggah tweet curhat kepada Tuhan, Jumat (20/1/2017).

Curhat itu terkait fitnah yang dianggapnya merajalela belakangan ini.

Pada akhir tweet tertulis *SBY* atau tanda bahwa tweet ditulis langsung oleh SBY.

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," demikian tweet tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membenarkan SBY yang menuliskan tweet itu.

"Saya kira kicauan beliau itu yang sangat singkat dan padat, sudah paripurna, sudah dipikirkan dalam-dalam dari beliau, dan tidak perlu ditafsirkan lagi," kata Roy saat dihubungi.

Menanggapi isi kicauan SBY, Roy berharap agar masyarakat Indonesia introspeksi diri.

Menurut dia, SBY tentu memiliki bukti yang kuat sebelum mengeluarkan pernyataan di media sosial.

"Saya sarankan setelah baca itu mari kita doakan bangsa ini bersama-sama dan mari kita jadikan ini introspeksi," kata dia.

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa kicauan melalui Twitter yang disampaikan oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan pendapat pribadi.

"Twitter itu sifatnya pendapat pribadi. Ya silakan saja, bukan untuk sependapat atau tidak," kata Kalla di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/1/2017).

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa siapa saja boleh menyampaikan pendapat pribadinya selama tidak melanggar perundang-undangan.

Wapres mengaku tidak masalah dengan apa yang disampaikan oleh SBY tersebut.

"Tidak apa-apa, kami terima sebagai masukan," kata Wapres. 

Editor: Yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help