Berita Surabaya

Kisah di Balik Sukses Kebaya Laksmi, Kini Jualan Baju Puluhan Juta Sepotong

"Sejak itu ternyata Kebaya Laksmi berjalan lancar, saya juga bisa menambah karyawan dari tetangga-tetangga yang dulunya hanya buruh cuci," katanya kep

Kisah di Balik Sukses Kebaya Laksmi, Kini Jualan Baju Puluhan Juta Sepotong
Surya/Neneng Uswatun Hasanah
Butik Kebaya Laksmi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kesuksesan Nur Aini Madjid menjadi pemilik dan desainer butik Kebaya Laksmi yang juga bertindak sebagai Islamic Wedding Service, ternyata tidak semerta-merta ia raih.

Siapa sangka, butik penyedia jasa pembuatan gaun dan kebaya muslimah itu awalnya adalah butik kebaya bergaya seksi.

Wanita yang akrab disapa Nungki itu merintis usaha butik sejak duduk di bangku SMK di SMKN 6 Surabaya.

Nungki merupakan pewaris sekitar 20 mesin jahit milik ibunya yang dulu memiliki usaha konveksi, sehingga mau tidak mau ia harus menerjunkan diri dalam dunia fashion sesuai arahan orangtuanya.

Dua tahun pertama sekolah di SMK, Nungki masih merasa hampa dan tidak menemukan gairah untuk bersekolah karena sebenarnya ia ingin masuk SMA bukan SMK. Saat duduk di kelas 3 SMA dan mengenal kemudian kursus di sekolah fashion Bunka (kini Pison), mata Nungki baru terbuka dan ketertarikannya pada fashion mulai terbentuk.

"Saya mulai menerima jasa jahit untuk mengetes kemampuan diri sendiri," katanya.

Namun, sang guru di sekolah fashion menyarankan agar Nungki mengikuti kompetisi agar bisa melihat persaingan yang ada di dunia luar. Saat itu, ia langsung meraih juara 3 dalam lomba di salah satu mal di Surabaya.

Usaha yang mulai diseriusinya di bidang jahit dan pembuatan kebaya di bawah brand Kebaya Laksmi tidak lepas dari jatuh bangun.

Ia pernah merasakan jatuh paling parah pada tanggal 11-11-2011 karena kalap menerima semua pesanan kebaya untuk para calon pengantin yang mengejar pernikahan di tanggal cantik.

Alhasil, ia kurang memperhitungkan kapasitas produksi dan sempat hampir membuat pernikahan salah satu kliennya gagal.

Halaman
12
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help