Berita Surabaya

Wali Kota Risma Akui Tak Mudah Buka Kelas Inklusi di Sekolah, Kendalanya ternyata seperti ini

"INI LAGI dicari solusinya, supaya mereka nyaman dan tidak ada rasa khawatir dari para orangtua."

Wali Kota Risma Akui Tak Mudah Buka Kelas Inklusi di Sekolah, Kendalanya ternyata seperti ini
surya/parmin
Wali Kota Tri Rismaharini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengakui tidak semua sekolah memiliki kelas inklusi. Paling tidak, dalam satu kecamatan atau kelurahan ada satu sekolah yang dilengkapi kelas inklusi.

"Karena tidak mudah menyediakan kelas khusus inklusi. Kalau nggak lengkap malah kasian anaknya. Makanya kita buat fasilitas yang lengkap sekalian, mulai guru dan peralatannya," ujar Risma.

Bahkan, yang saat ini ingin dipenuhi yaitu memberikan fasilitas akses mudah untuk anak-anak dari rumah menuju ke sekolah. Misalnya transportasi dan sarana antar jemput.

"Ini lagi dicari solusinya, supaya mereka nyaman dan tidak ada rasa khawatir dari para orangtua yang sudah mempercayakan anaknya untuk sekolah," tandasnya.

Sedang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, Pemkot Surabaya saat ini menambah beberapa fasilitas penunjang kebutuhan ABK yang mengemban ilmu di kelas inklusi.

Misalnya saja, alat terapi, APE, kursi roda, alat bantu dengar dan lain-lain.

"Anggaran untuk sarpras kelas inklusi sudah masuk APBD 2017. Penambahan fasilitas untuk anak didik ini, untuk menunjang kebutuhan mereka ketika di kelas," katanya, Rabu (18/1/2017).

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved