Berita Gresik

Polisi Ledakkan 3 dari 9 Mortir Ditemukan di Rumah Warga, ternyata Sisa Mortir tersebut untuk ini

KEDATANGAN tim gegana Brimob Polda Jatim ke pekarangan rumah Abdul Kholik karena sebelumnya ditemukan 9 unit mortir.

Polisi Ledakkan 3 dari 9 Mortir Ditemukan di Rumah Warga, ternyata Sisa Mortir tersebut untuk ini
surya/sugiyono
DILEDAKAN – Tim Gegana Brimob Polda Jatim meledakan tiga mortir di lahan terbuka area Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kamis (12/1/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK – Tim Gegana Brimob Polda Jatim meledakan tiga mortir yang ditemukan dari pekarangan rumah Abdul Kholik (39), warga Dusun Ujung Sawo, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Pulau Mengare.

Peledakan tersebut setelah ditemukan 11 mortir yang diduga dari peninggalan Belanda. Mortir diledakkan dekat tambang galian C area Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kamis (12/1/2017).

Kedatangan tim gegana Brimob Polda Jatim ke pekarangan rumah Abdul Kholik karena sebelumnya ditemukan 9 unit mortir oleh Abdul Kholik saat menggali tanah untuk membangun rumah. Ternyata setelah digali kembali oleh Tim Gegana Brimob Polda Jatim ditemukan 2 unit mortir.

“Dua mortir yang dibawa bersama 9 mortir yang ditemukan warga menuju lahan lapang terbuka di perbukitan Desa Bungah. Hanya 3 mortir yang diledakkan,” kata Kapolsek Bungah, AKP Muhammad Said.

Setelah tim gegana Brimob Polda Jatim memastikan tidak ada lagi mortir di pekarangan rumah Abdul Malik, pembangunan rumah sudah bisa dilanjutkan kembali. Dan sisa mortir yang ditemukan warga itu dibawa ke Polda Jatim untuk penelitian.

“Pembangunan rumah Abdul Kholik sudah bisa dilanjutkan. Dipastikan sudah tidak ada lagi mortir. Tadi sudah dicari menggunakan alat detektor bom. Hasilnya nihil,” imbuhnya.

Kedatangan tim Gegana Brimob Polda Jatim ini membuat masyarakat berdatangan ke rumah Abdul Malik. Tapi, warga dibatasi dengan garis Polisi agar tidak mendekat ke titik ditemukan mortir yang diduga masa peninggalan penjajahan Belanda.

“Saya mau membangun kamar mandi. Tiba-tiba saat menggali tanah sedalam 60 sentimeter menemukan benda itu. Saya kira besi tua biasa, setelah dilihat dengan seksama ternyata benda itu mirip mortir. Akhirnya dilaporkan ke Polsek,” kata Abdul Kholik.

Setelah dinyatakan aman, akhirnya pembangunan kamar mandi tersebut bisa dilanjutkan.

“Mungkin dulu saat jaman perang dengan Belanda, ditinggalkan mortir ini. Sebab, ada benteng Belanda di dekat Pantai Pulau Mengare ini,” imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved