Surya/

Kesehatan

Keren, Inovasi Tim Dosen Unair ini Jadikan Diagnosis Toksoplasma Jadi Lebih Cepat

Tim dosen dari FKH Universitas Airlangga punya inovasi menarik yang jadikan diagnosis toksoplasma jadi jauh lebih cepat. Ini alatnya.

Keren, Inovasi Tim Dosen Unair ini Jadikan Diagnosis Toksoplasma Jadi Lebih Cepat
Surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Mufasirin menunjukkan Toxo Kit yang merupakan alat inovasi pengujian toksoplasma, Rabu (11/1/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga kembali menciptakan inovasi dengan membuat dan mengembangkan sebuah alat diagnosa toksoplosma yang dinamai Toxo Kit.

Toksoplasma merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma Gondii yang ditularkan melalui daging dan kotoran hewan terinfeksi.

Tim dosen tersebut terdiri dari Prof Lucia Tri Suwanti, Mufasirin, Prof Suwarno, Prof Dewa Ketut Meles, Hani Plumeriastuti dan rekan asal Mataram, Zainul Muttaqin.

Toxo Kit pertama kali dibuat dan diteliti pada tahun 2014, sampai saat ini alat tersebut masih dalam proses pengembangan.

“Pembuatan alat ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kebutuhan alat diagnosa, salah satunya toksoplasma,” ujar Mufasirin ketika ditemui SURYA.co.id, Rabu (11/1/2017).

Selama ini, pengujian adanya toksoplasma lebih sering menggunakan alat diagnosa bernama Uji ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay).

Namun, untuk mengetahui hasilnya, proses pengujian menggunakan ELISA dianggap memakan waktu yang lama, yaitu dua hari.

Sedangkan hasil dari uji penggunaan Toxo Kit hanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit.

“Cara kerja alat Toxo Kit ini hampir sama dengan alat penguji kehamilan (Test pack). Pertama, darah pasien diambil, kemudian diendapkan, dan diteteskan ke dalam alat Toxo Kit,” ungkapnya.

Setelah sekitar 15 menit, akan diketahui hasil. Jika hasil cenderung positif, maka garis yang keluar adalah dua garis.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help