Berita Surabaya

251 Lokasi Menanti Realisasi Pembangunan, Pemkot Anggarkan Rp 40 Miliar, Status dalam Survei

KEPALA DPRKP-CKTR Kota Surabaya Ery Cahyadi mengatakan, perencanaan pembangunan dan perbaikan jalan kampung masih tahap survei.

251 Lokasi Menanti Realisasi Pembangunan, Pemkot Anggarkan Rp 40 Miliar, Status dalam Survei
surya/rorry nurmawati
Kepala DPRKP-CKTR Kota Surabaya Ery Cahyadi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya melalui, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Perukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) terus menggenjot pembangunan dan perbaikan jalan antarkampung.

Harapannya, dengan peningkatan jalan kampung itu dapat menyejahterakan dan mengangkat pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Kepala DPRKP-CKTR Kota Surabaya Ery Cahyadi mengatakan, perencanaan pembangunan dan perbaikan jalan kampung masih tahap survei.

Hingga kini data Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mencapai 251 lokasi.

"Data itu masih di-collecting sama Bappeko. Masih ada data yang belum diserahkan ke kami. Dari 251 lokasi itu, merupakan data Musrenbang 2014 hingga 2016. Kini lokasi masih disurvei lagi untuk memastikan luasan yang rencana dibangun," kata Ery Cahyadi, Selasa (10/1/2017).

Jumlah tersebut tersebar di 31 kecamatan se-Surabaya. Sedangkan untuk anggarannya, DPRKP-CKTR menyiapkan dan senilai Rp 40 miliar.

"Kalau dulu bila warga minta perbaikan kami selalu kasih paving, sekarang kami usulkan supaya disesuaikan dengan kebutuhan permintaan," jelas Ery.

Camat Sawahan M Yunus pun tidak menampik bila ia mengajukan perbaikan dan penambahan jalan perkampungan.

Usulan musrenbang tahun 2016 ada 62 usulan utama sedangkan cadangan ada 7 usulan. Usulan itu berupa perbaikan jalan baik overlay atau aspal dan paving.

"Ada 18 usulan tambahan untuk itu," katanya.

Kini di Kecamatan Sawahan ada beberapa lokasi yang akan dilakukan perbaikan dan penambahan jalan kampung.

Yakni, Pakis ada 3, Putat Jaya ada 2, Banyurip ada 2, Kupang Krajan ada 1, Petemon ada 5, dan Sawahan ada 4 usulan lokasi.

"Usulannya memang ditahun 2016, tapi proses pengerjaanya akan dilakukan tahun ini. Sedangkan untuk pelaksanaan Musrenbang 2017, masih menunggu jadwal dari Bappeko," terangnya.

Dengan usulan ini lanjut Yunus, dapat memudahkan masyarakat dalam berkegiatan. Sehingga tidak ada lagi akses jalan yang dikeluhkan kesulitan untuk dilewati maupun jalan rusak.

"Semata-mata sebagai wujud kepudulian, serta upaya dalam peningkatan pelayanan infrastruktur jalan terhadap masyarakat," tandasnya.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved