Hukum Kriminal Surabaya

Hanya Gara-gara ini, Bocah 5 Tahun Disundut Rokok, di Lutut, Bawah Lutut, dan Tangan

KASAT RESKRIM Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, peristiwa itu terjadinya saat tersangka Efendi sedang asyik bermain game online.

Hanya Gara-gara ini, Bocah 5 Tahun Disundut Rokok, di Lutut, Bawah Lutut, dan Tangan
surya/fatkhul alami
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menunjukkan foto luka korban dan tersngka Mahfud Efendi (kanan). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tindak kekerasan terhadap anak terus terjadi di Surabaya. Kali ini, GL, bocah 5 tahun menjadi korban penganiayaan.

Penganiayaan dilakukan tersangka Efendi (30) warga Jl Bendul Merisi Jaya Selatan Surabaya ini, terjadi di Warnet Beneton Jl Bendul Merisi Surabaya, akhir Desember 2016.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, peristiwa itu terjadinya saat tersangka Efendi sedang asyik bermain game online di warnet miliki orangtua korban.

"Ketika main game, tersangka mengaku diganggu korban. Kursi yang diduduki ditabrak dan membuat tersangka emosi," sebut Shinto, Jumat (6/1/2016).

Awalnya tersangka membiarkan ulah korban. Namun, lama-lama pekerja bangunan itu jengkel juga dengan ulah tersebut.

Akhirnya, Efendi beranjak dari kursi dan mendekati korban lalu rokok yang ada di tangannya langsung sundutkan ke tubuh korban sebanyak empat kali.

"Dua kali sundutan rokok mengenai lutut kiri dan kanan, satu sundutan di bawah lutut kiri dan satu sundutan di pergelangan tangan kanan. Akibat sundutan itu, korban mengalami luka bakar," terang Shinto di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/1/2016).

Akibat perlakuan tersangka itu korban jadi lebih banyak pendiam dan takut ketika bertemu tersangka.

Orangtuan korban pun akhirnya mengetahui anaknya mengalami luka bakar di kaki dan tangan akibat ulah dari tersangka. Atas kejadian ini orangtua korban tak terima lalu lapor polisi.

Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tersangka ketika sedang bermain gime di warnet milik orangtua korban, 3 Desember 2016.

Apalagi, warnet itu juga dilengkapi dengan CCTV, sehingga aksi penganiyaan tersangka terekam.

"Tersangka kami amankan saat main ke warnet itu lagi. Tersangka hampir setiap hari main game online di warnet itu selama 10 jam," terang Shinto.

Polisi mengamankan sebilah golok yang dibawa tersangka disimpan di tas, termasuk saat dites urine Efendi positif mengandung benzodaeazepine, zat yang terkandung dalam pil koplo.

Di hadapan polisi, Efendi mengakui saat melakukan penganiayaan telah mengonsumsi pil koplo.

"Saya mengonsumsi lima butir pil koplo saat menyundut rikok ke korban. Saat itu saya tidak tahu berapa kali saya menyundutkan korkok ke korban," aku Efendi.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved