Berita Madura

Polisi Tangkap Buron Kasus Pembunuhan 'Dukun Santet' di Sumenep

Setelah menghilang selama 3 tahun, buron kasus pembunuhan 'dukun santet' di Sumenep, akhirnya ditangkap polisi di Banyuwangi, Senin (2/1/2017).

Polisi Tangkap Buron Kasus Pembunuhan 'Dukun Santet' di Sumenep
huffingtonpost
ilustrasi ilmu hitam 

SURYA.co.id | SUMENEP - Satuan Reserse Kriminal Polres Sumenep, Senin (2/1/2017)  membekuk SW (40), warga Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura sejak 2013 silam buron setelah membunuh kakek tua yang dituduh memiliki ilmu santet.

SW dibekuk di tempat persembunyiannya di salah satu rumah milik kerabatnya di Kelurahan Balusan, Kecamatan Kalisor, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Setelah diringkus, SW langsung dikeler ke Mapolres Sumenep untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin mengatakan, SW merupakan pelaku pembunuhan terhadap tetangganya sendiri bernama Absaha alias Pak Sahani (65) setelah menuduhnya mempunyai ilmu santet.

Saat itu, SW menghabisi korban menggunakan balok kayu ketika korban sedang menanam benih tembakau di ladang miliknya.

"Sejak melakukan pembunuhan terhadap tetangganya itu, pelaku kabur dan selama kurun waktu tiga tahun bersembunyi dari kejaran polisi," ujar Hasanuddin, Senin (2/1/2017).

Dikatakan, selama tiga tahun itu polisi terus memburu dan mencari info keberadaan SW.

Semula beredar kabar kalau pelaku berada di Kalimantan bekerja di perkebunan bahkan ada yang menyebut pelaku pergi ke luar negeri menjadi TKI di Malaysia.

"Berbagai informasi terus ditelusuri oleh Satreskrim Polres Sumenep, hingga beredar info kalau pelaku ternyata bersembunyi di suatu tempat di Banyuwangi," imbuhnya.

Berdasarkan petunjuk awal tersebut, Polres Sumenep bekerjasama dengan Polres Banyuwangi mengecek keberadaan pelaku.

Ternyata benar, berdasarkan penyelidikan, pelaku berada di salah satu rumah milik kerabatnya di Kelurahan Balusan, Kecamatan Kalisor, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Tim Resmob Polres Sumenep pun menuju lokasi persembunyian pelaku hingga akhirnya pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan pelaku dibawa ke Polres Sumenep untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas mantan Kapolsek Manding ini.

Pelaku diancam dengan pelanggaran tindak pidana pembunuhan berencana pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pencara 15 tahun penjara.(riv)

Penulis: Moh Rivai
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved