Surya/

Berita Lamongan

Cabuli Remaja 16 Tahun, Aktivis Ormas di Lamongan Dituntut 6 Tahun Penjara

Muksin, tersangka pencabulan terhadap RA (16) dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yulistiono dalam sidang di PN Lamongan.

Cabuli Remaja 16 Tahun, Aktivis Ormas di Lamongan Dituntut 6 Tahun Penjara
surya/hanif manshuri
Muksin berkopyah putih, tersangka dugaan pencabulan terhadap korban RA (16) anak dibawah umur saat hendak memasuki PN dan ruang sidang, Selasa (25/10/2016) 

SURYA.co.id l LAMONGAN -  Muksin, tersangka pencabulan terhadap RA (16) dituntut enam  tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yulistiono dalam sidang di PN Lamongan, Selasa (27/12/2016).

Terdakwa dijerat pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Menurut jaksa, terdakwa yang seorang aktivis organisasi masyarakat (ormas) di Lamongan terbukti melakukan pencabulan terhadap RA pada 16 April 2016 sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu RA (korban, red) bersama Andre Budi Santoso sedang melintas berboncengan naik sepeda motor menuju Sendang Paciran.

Tiba di Gunung Pendil, keduanya diberhentikan Muksin dan Mahfudho.

Kedua korban dibawa ke Gunung Pendil Goa Putih.

Dan tanpa alasan yang jelas, RA dan Andre dipisahkan oleh pelaku.

RA dibawa paksa Muksin, sedang Andre digiring Mahfudlo ke gubuk yang tak jauh dari lokasi pertama.

Ternyata, Mahfudlo ini berlagak seperti seorang petugas, Mahfudlo ini memintai keterangan Andre soal mereka berdua dengan RA keluar berboncengan malam – malam.

Nah, Muksin membawa RA ke satu tempat yang masih di wilayah Gunung Pendil, dalihnya sama, korban mau diperiksa alias dimintai keterangan.

Secara paksa, Muksin juga menyuruh RA memperlihatkan anggota badannya yang sensitif.

Dengan rasa ketakutan yang tak terbendung, meski semula menolak, RA akhirnya membuka bajunya dan memperlihatkannya. Katanya kalau tidak mau memperlihatkan akan dibawa ke kantor Lamongan.

Korban akhirnya pasrah memperlihatkannya, dan terlapor melihat dengan menggunakan alat penerangan berupa senter berlangsung selama sekitar 20 menit. Dan tidak sampai terjadi persetubuhan.

Sidang akan dilanjutkan pada minggu depan dengan pembelaan dari pengacara terdakwa, Kalono.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help