Berita Surabaya

'Tak Ada Wanita yang Bisa Menjalani Urusan Rumah Tangga dan Karier Bersamaan dengan Sempurna'

Berlian Greassy Septarini SPSi MPsych mengingatkan tak ada wanita yang bisa menjalani urusan rumah tangga dan karier secara bersamaan dengan sempurna.

'Tak Ada Wanita yang Bisa Menjalani Urusan Rumah Tangga dan Karier Bersamaan dengan Sempurna'
surya/achmad pramudito
Berlian Greassy Septarini 

SURYA.co.id|SURABAYA - Wanita di era modern makin banyak yang terjun ke dunia kerja.

Selain untuk menopang ekonomi keluarga, mereka juga beralasan untuk eksistensi diri.

Berlian Greassy Septarini SPSi MPsych mengingatkan tak ada wanita yang bisa menjalani urusan rumah tangga dan karier secara bersamaan dengan sempurna.

“Wanita harus punya strategi agar bisa menjalaninya secara seimbang,” kata dosen Psikologi Universitas Airlangga ini kepada Surya, Rabu (21/12/2016).

Ditemui usai menjadi narasumber di acara Mother’s Day di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, wanita yang akrab disapa Rini ini menambahkan, jika wanita bertekad menggapai kariernya lebih tinggi maka harus siap-siap berbagi dengan suami sebagai partner hidupnya.

“Dia harus bisa memberi ruang pada sang partner untuk ambil alih peran tugas-tugas domestic yang selama ini jadi tanggung jawabnya,” bebernya.

Dalam kaitan ini, panyandang gelar sarjana psikologi dari Universitas Airlangga ini minta agar wanita sebagai istri bisa lebih fleksibel. “Harus ada standar yang disepakati agar dua-duanya bisa berjalan seimbang,” tegasnya.

Artinya, lanjut Rini, istri harus bisa maklum ketika tugas yang dijalankan suami hasilnya tidak sebagus ketika dia sendiri yang mengerjakannya.

“Sejak awal harus jelas konsep take over tugas-tugas rumah ini,” begitu sarannya.

Karena itu, dia berharap wanita karier punya perspektif yang lebih kompleks, khususnya yang berkaitan dengan penyerahan tugas-tugas domestik ke pasangannya.

Hal itu, ditekankan Rini penting, agar tidak ada yang dikorbankan ketika pilihan istri menjadi wanita karier ini kemudian lebih fokus pada pencapaian yang lebih tinggi. 

“Perempuan nggak bisa menggunakan standar yang berlaku untuk dirinya pada partner hidupnya,” tandas Rini yang meraih gelar S2 dari Curtin University Western Australia.

Diakui, wanita dengan bekal pendidikan yang makin tinggi punya pilihan lebih banyak untuk menggapai kariernya.

Meski begitu, dia berharap wanita bisa menempatkan diri secara tepat supaya tetap fit di dunia yang dipilihnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help