Surya/

Berita Surabaya

Ibu-ibu Siswa PAUD Menangis Haru di Hari Ibu, begini Ungkapan Hatinya

Dina Ariati, orangtua Awang Tegar Prakoso (4) juga terlihat tak bisa menahan linangan air matanya.

Ibu-ibu Siswa PAUD Menangis Haru di Hari Ibu, begini Ungkapan Hatinya
surya/habibur rohman
TANGIS USAI PUISI - Guru dan Wali Murid saling tangis haru saat berpelukan usai pembacaan puisi hari ibu di KB-TK Kreatif Bunda Lily Tenggumung Surabaya, Kamis (22/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peringatan Hari Ibu menjadi kesempatan mengenalkan anak pada jasa-jasa seorang ibu dan cara membalasnya.

Hal inilah dilakukan siswa di KBTK Kreatif Bunda Lily. Di hari yang merupakan hari laporan perkembangan siswa, puluhan ibu-ibu menangis haru saat melihat anak-anaknya membawa bunga keluar kelas dan menemui mereka.

Dina Ariati, orangtua Awang Tegar Prakoso (4) juga terlihat tak bisa menahan linangan air matanya.

Ibu 3 puta ini merasa terenyuh putra bungsunya bisa melakukan sesuatu yang mengharukan di usianya.

Apalagi dia tidak membayangkan hari Ibu akan menjadi spesial karena kedua anaknya yang lain sudah sibuk kuliah dan bekerja.

“Nggak nyangka ada acara begini di sekolah, saya tahunya ya market day dan laporan perkembangan anak saya. Kok tiba-tiba ada puisi tentang ibu dan anak-anak tingkahnya manis sekali,” ungkapnya sambil memeluk anaknya dan menciuminya.

Baginya, mengenalkan anak pada Hari Ibu lebih pada pengenalan cara berbakti pada orang tua. Walaupun setiap saat hal tersebut bisa dilakukan.

Kepala KBTK Kreatif Bunda Lily, Lily Nur Indah Sari mengungkapkan kegiatan peringatan hari ibu dengan pertunjukan sederhana seperti membacakan puisi dan pemberian bunga pada orangtua merupakan kejutan.
Sebab agenda acara yang diberitahukan pada orang tua hanya market day dan pelaporan perkembangan anak.

“Bunda KBTK kami yang membacakan puisi untuk apresiasi para Ibu,kemudian dibantu ayah salah satu siswa yang mengungkapkan kesannya pada sosok istrinya. Tapi identitasnya dirahasiakan sampai akhir, jadi bikin terharu dan penasaran juga,”paparnya.

Kegiatan tersebut, bagunya menjadi salah satu program KBTK yang ia kelola dalam mengembangkan sikap anak.

Berbeda dengan PAUD pada umumnya, siswanya tidak diajarkan baca, tulis dan hitung (calistung) melainkan pengbangan spiritual,perilaku dan kewirausahaan.

“Kami mengajarkan keprilaku pembiasaan anak, sehingga tidak manja dan mau berupaya sendiri. Seperti membereskan kotak makan, mencuci kotak makan dan life skill juga,” ungkapnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help