Berita Surabaya

FPI Datangi Mal - mal di Surabaya ternyata seperti ini Permintaannya

MENURUT Ali Fahmi, karyawan mal atau tempat perbelanjaan yang beragama Islam harus diberi kebebasan.

FPI Datangi Mal - mal di Surabaya ternyata seperti ini Permintaannya
surya/fatkhul alami
Sejumlah polisi berjaga-jaga dalam aksi FPI di jalanan kota Surabaya, Minggu (18/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Bidang Organisasi DPD Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur Ali Fahmi mengatakan, aksi mendatangi mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya ini bukan sweeping. FPI ingin menghimbau ke manajemen mal supaya tidak memaksa karyawannya yang muslim memakai atribut Natal.

Menurut Ali Fahmi, karyawan mal atau tempat perbelanjaan yang beragama Islam harus diberi kebebasan. Jangan dipaksa harus pakai atribut natal seperti mengenakai topi dan pakaian Santa Claus.

"Kami memberi himbauan manajemen mal supaya tidak mengintimidasi karyawannya yang muslim untuk memakai atribut Natal," kata Ali Fahmi, Minggu (18/12/2016).

FPI Jatim menggelar aksi ke mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya guna mensosialisasikan Fatwa MUI No 56/2016 tentang hukum penggunaan atribut keagamaan nonuslim di mal dan pusat perbelanjaan.

"Ini bagian dari toleransi. Jadi, karyawan Muslim yang bekerja di mall-mall tidak usah takut dipecat jika tidak menggunakan atribut Natal," katanya.

Aksi pertama FPI dengan mendatangi Pasar Atrum Surabaya. Lima perwakilan diperbolehkan masuk dan melakukan sosialisasi Fatwa MUI di ruang scurity. Sedangkan massa lainnya menunggu di depan Pasar Atum Jl Stasiun Kota.

Selanjutnya, FPI bergerak menuju ke Toeng Market di Jalan Jaksa Agung Suprapto Surabaya. Mereka ditemui perwakilan manajemen dan menyampaikan apa yang menjadi aspirasinya. FPI membawa surat pernyataan dan meminta ditanda tangani pihak Toeng Market.

Isinya soal kesanggupan Toeng Market untuk tidak memaksakan penggunaan atribut Natal kepada karyawan yang beragama Islam atau mengancamnya.

Kepala Operasional Toeng Market Jalan Jaksa Agung Suprapto, Wahyu Kuncoro mengaku, apa yang dilakukan FPI tidak menjadi masalah. Pihaknya siap mematuhi aturan yang disyaratkan.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak manajemen. Intinya tidak ada masalah dan kami siap mematuhi," aku Wahyu.

Selain ke Pasar Atum dan Toeng Market, FPI juga mendatangi Grand City, Delta, WTC, Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, dan Ciputra World.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help