Surya/

Travel

VIDEO - Melihat dari Dekat Proses Pembuatan Batik Rara Djonggrang

Proses itu dimulai dari pembuatan pola dasar pada kain warna putih dengan pensil, kemudian memberi isian berupa titik atau guratan lilin.

SURYA.co.id | YOGYAKARTA - Seni budaya di Yogyakarta tetap punya daya tarik bagi pengunjung yang datang ke Kota Gudeg itu.

Salah satunya, Batik Tulis Rara Djonggrang, yang masih mempertahankan pembuatan secara manual alias handmade (tangan).

Nyaris setiap hari, termasuk hari libur, salah satu pusat batik di Jl Tirtodipuran 18, Yogyakarta itu selalu kedatangan tamu. Semuanya ingin melihat proses pembuatan batik tulis.

Proses itu dimulai dari pembuatan pola dasar pada kain warna putih dengan pensil, kemudian memberi isian berupa titik dan atau guratan malam (lilin).

Ada beberapa tahap lagi seperti membuang lilin sebelum mencelupnya dengan warna dasar. Bahan kimia untuk pewarna diimpor dari Jerman.

Batik Rara Djonggrang tidak menggunakan pewarna dari Tiongkok atau Jepang karena warnanya kurang meyakinkan, atau tidak sesuai dengan batik khas Yogyakarta.

Setelah warna dasar, maka ada petugas yang membuat blok warna. Mereka mengambil warna dari canting lantas menotol-notolkan ke kain.

Paling terakhir, kain batik direndam dengan air panas, dikucek-kucek agar malamnya (lilin) luluh. Dari sini, kain batik tinggal dijemur dan siap dipasarkan.

Batik tulis Rara Djonggrang memiliki Art Shop sendiri. Selain batik tulis, art shop juga menawarkan batik cap.

Penulis: Hariyanto
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help