Surya/

Travel

Wisata ke Gresik? Intip Dulu di iTrip Budaya, Ada Banyak Lokasi yang Pantas Didatangi

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan kisaran harga untuk kebutuhan perjalanan wisata di Kabupaten Gresik.

Wisata ke Gresik? Intip Dulu di iTrip Budaya, Ada Banyak Lokasi yang Pantas Didatangi
surya/sulvi sofiana
Aplikasi iTrip Budaya yang bisa di akses di aplikasi ponsel berisi konten budaya dan wisata di Gresik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim Cagar Budaya Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PWK ITS) sukses meluncurkan aplikasi iTrip Budaya.

Aplikasi ponsel tersebut berisi menu paket, acara dan layanan. Menu paket berupa paket wisata yang ditawarkan di Kabupaten Gresik.

Sedangkan menu acara, berisi berbagai acara wisata yang dapat dikunjungi oleh pengunjung pada waktu tertentu, dan menu layanan , berisi berbagai layanan penginapan dan wisata kuliner.

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan kisaran harga untuk kebutuhan perjalanan wisata di Kabupaten Gresik.

Karina Pradinie Tucunan, dosen PWK mengungkapkan, setelah sukses meluncurkan aplikasi ini, ia akan mengembangkan untuk area Jawa Timur pada tahun 2017.

Segmen aplikasi juga diperluas tidak hanya budaya tapi juga pesisir nantinya.

“Untuk data-data banyak dari riset dosen yang sudah mumpuni untuk mensuply konten iTrip Budaya. Materi dasarnya dari sana, rencananya akan kami tambahi daerahbyang dekat Surabaya seperti Madiun dan Mojokerto,”paparnya pada SURYA.co.id, Senin (12/12/2016).

Sementara itu, pemilihan Kabupaten Gresik sebagai tujuan dari Itrip Budaya lantaran keunikan dari Gresik.

"Di Gresik, terjadi banyak perpaduan budaya, lantaran aktivitas pelabuhan Gresik yang dulunya sangat terkenal," ujar wanita yang tergabung dalam tim cagar budaya PWK ITS bersama lima mahasiswanya ini.

Sedangkan pemilihan Kampung Kemasan sebagi ikon utama, berkat keunikan arsitekturnya.

Kampung Kemasan yang sudah berusia 150 tahun tersebut, memiliki perpaduan gaya arsitektur Indonesia, Tiongkok dan Kolonial.

Keunikan tersebut, telah berhasil menarik banyak wisatawan, fotografer, mahasiswa serta peneliti dari berbagai daerah.

"Keunikan tersebut yang juga menjadi alasan pembuatan aplikasi iTrip Budaya ini, dan masih banyak orang yang ingin mengetahui Kampung Kemasan," tutur wanita yang akrab disapa Karin tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Oemar Djaenoedin, tokoh masyarakat Kampung Kemasan turut memberikan apresiasi setinggi terhadap upaya Departemen PWK ITS untuk memperkenalkan Kampung Kemasan.

"Saya sangat senang, karena akhirnya dari sekian banyak penelitan tentang Kampung Kemasan, baru kali ini penelitian yang sampai pada tahap aplikasi," tutur Oemar.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help