Surya/

Berita Sidoarjo

Warga Desa Sebani Sidoarjo Diajari Deteksi Dini Kanker Payudara

“Jika diketahui sejak dini, maka penanganannya akan lebih mudah. Sayang, tidak banyak yang paham bagaimana melakukan Sadari,” tegas Dwirani R Pratiwi,

Warga Desa Sebani Sidoarjo Diajari Deteksi Dini Kanker Payudara
surya/Achmad Pramudito
Warga Desa Sebani Kecamatan Tarik Sidoarjo antusias mengikuti sosialisasi deteksi dini kanker payudara yang dilakukan di Balai Desa, Sabtu (10/12/2016). 

 SURYA.co.id | SIDOARJO - Sadari, istilah yang merupakan singkatan dari ‘periksa payudara sendiri’ bagi warga Desa Sebani Kecamatan Tarik Sidoarjo tampaknya sudah tidak asing.

Namun, para wanita di desa itu belum sampai pada tindakan pemeriksaan diri sendiri.

Tak heran ketika mereka menerima kedatangan komunitas pemerhati kanker payudara ini, mereka sangat antusias mencermati informasi yang diberikan. Dan ketika masuk bagian praktek mendeteksi diri sendiri dari kemungkinan terjangkit penyakit mematikan itu, mereka pun serius menyimaknya.

Meski tak jarang muncul celetukan canda diantara para wanita ini selama menekankan jemari mereka ke bagian dada masing-masing.

Pelatihan Sadari itu dipimpin oleh Samantha dari Lovepink Jakarta.

“Oh, begini to cara memeriksanya. Alhamdulillah nggak ada benjolannya. Jadi aku aman ya,” celetuk salah seorang ibu sambil melirik teman disampingnya yang melakukan hal yang sama.

Sabtu (10/12) pagi itu, sekitar 116 warga Desa Sebani berkumpul di balai desa saat menerima tamu dari komunitas Bali Pink Ribbon, Love Pink Jakarta, dan

Reach to Recovery Surabaya (RRS). Setelah mendengarkan paparan terkait kanker yang bisa berjangkit di setiap manusia ini, warga setempat diberi kesempatan untuk

Memeriksa diri sendiri dan sekaligus pemeriksaan klinis yang dibantu tenaga medis dari RS Onkologi Surabaya.

“Jika diketahui sejak dini, maka penanganannya akan lebih mudah. Sayang, tidak banyak yang paham bagaimana melakukan Sadari,” tegas Dwirani R Pratiwi, dr Breast Surgeon dari RS Onkologi Surabaya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Setelah melakukan Sadari, sebagian warga desa juga diarahkan untuk melakukan Sadanis (pemeriksaan payudara secara klinis) menggunakan USG yang disediakan Bali Pink Ribbon.

“Kegiatan ini tak akan berhenti sampai di sini. Kami akan lakukan kaderisasi sehingga seluruh warga yang hari ini belum sempat datang bisa paham cara memeriksa diri secara dini dari ancaman kanker payudara,” tutur Ika Damayanti, aktivis RRS.

Menurut Ika, pihaknya memilih melakukan aktivitas di Desa Sebani karena dalam dua tahun terakhir daerah itu konsisten melakukan program larangan merokok di
dalam rumah.

“Sebagai apresiasi atas berjalannya aturan tersebut kami mengadakan acara di sini,” katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help