Surya/

Berita Surabaya

Pengelolaan Sampah, Pemda Diminta Contoh Surabaya, ini Alasannya

SURABAYA dinilai bagus sebagai kota percontohan untuk penerapan program Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS).

Pengelolaan Sampah, Pemda Diminta Contoh Surabaya, ini Alasannya
surya/ahmad zaimul haq
RAKOR - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan (kiri) berjabat tangan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Rakor Percepatan Budaya Bersih Dan Senyum di Balai Kota Surabaya, Selasa (6/12/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia, untuk datang ke Surabaya.

Hal ini bukan tanpa alasan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Jend TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan Pemda belajar terkait pengelolaan sampah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Surabaya dinilai bagus sebagai kota percontohan untuk penerapan program Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS), yang dicanangkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia.
Di mana, program itu dikhususkan untuk kota terbaik di antara kota-kota besar di Indonesia, yang menjadikan lingkungan lebih asri dan bersih serta mendorong warganya menjadi lebih ramah.

Dalam rapat koordinasi Percepatan Budaya Bersih dan Senyum di Balai Kota, Selasa (6/12/2016), Luhut mengimbau kepada para kepala daerah yang hadir, supaya datang dan belajar dari Surabaya. Sehingga tidak perlu pergi ke luar negeri untuk mencari ilmu dan perbandingan.

"Janganlah ke luar negeri, cukup study tour ke Surabaya. Di sini sangat bangus pengelolaanya, kebersihannya, terlebih pengelolaan sampahnya bisa menghasilkan listrik. Jadi, manfaatkan ini, Surabaya bisa jadi kota percontohan untuk belajar," jelasnya.

Dalam rapat koordinasi ini, selain bersama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, juga dihadiri Sekda Provinsi Jatim, Ahmad Sukardi, staf dari kementerian, kepala daerah, akademisi dan juga jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya.

Kenapa pengelolaan sampah sangat penting, Luhut pun menjelaskan, bahwa saat ini Indonesia sedang dihadapkan masalah serius terkait sampah.

Bahkan, Indonesia hanya kalah dari Tiongkok dalam hal penghasil sampah. Tidak hanya itu, sampah tersebut tidak hanya berada di darat melainkan juga di kawasan perairan seperti pantai.

Ironisnya, hasil penelitian menyebutkan sampah di laut telah dimakan ikan yang kemudian dikonsumsi manusia.

Tentunya hal itu membahayakan kesehatan. Karenanya, Kemenko Bidang Kemaritiman menggaungkan program GBBS.

Halaman
123
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help