Berita Magetan

'Rachmawati, Permadi, Sri Bintang Pamungkas Langsung Diciduk, Kenapa Ahok Bebas?'

Ratusan massa dari organisasi masyarakat (ormas) Islam Kabupaten Magetan aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, Jumat.

'Rachmawati, Permadi, Sri Bintang Pamungkas Langsung Diciduk, Kenapa Ahok Bebas?'
surya/doni prasetyo
Massa Gabungan Umat Islam Bersatu (GUIB) Kabupaten Magetan aksi demo damai memberikan dukungan kepada Kejaksaan Agung (Kajakgung) agar bisa menegakkan proses hukum Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok seadil-adilnya. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Ratusan massa dari organisasi masyarakat (ormas) Islam Kabupaten Magetan aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, Jumat (2/12/2016).

Mereka menuntut keadilan proses hukum Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama, Gubernur non aktif DKI Jakarta.

Ratusan massa ini berkumpul di alun alun setempat usai melaksanakan sholat Jumat di Masjid Agung.

Kemudian dengan komando koordinator aksi, massa ini berjalan dengan tertib dikawal aparat keamanan menuju kantor Kajari di Jalan Karya Dharma, sekitar dua kilometer dari masjid.

Sampai di depan kantor Kejari, massa duduk dan mendengarkan lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan bergantian.

Sementara 12 pimpinan aksi dari berbagai elemen ormas Islam itu ditemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siswanto, Komandan Kodim 0804 Letkol Inf Herwin Rizayan Iszal, Kapolres Magetan Heru Agung Nugroho, dan Ketua DPRD Joko Suyono di ruang rapat Kejari Magetan.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Imam Yudianto, kedatangannya ke Kejari bukan untuk mengetuk pintu Kejari tapi mengetuk pintu langit, agar Allah SWT bisa memberikan hidayah (petunjuk) kepada penguasa negeri, untuk menjalankan tugasnya sesuai peraturan perundangan.

"Lihat, Rachmawati, Permadi, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zain, Ratna Sarumpaet dan lainnya tokoh Indonesia, belum ditetapkan tersangka bisa langsung diciduk dari rumah masing masing. Padahal mereka diperiksa saja belum. Tapi Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, sudah tersangka masih dibiarkan bebas,"kata Imam Yudianto didepan anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) diruang rapat Kejari setempat, Jumat (2/12-2016).

Sementara Anwar Sanusi dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), juru bicara perwakilan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Kabupaten Magetan mengatakan, kedatangan ke Kejari sebagai dukungan kepada Kejaksaan Agung (Kajakgung) agar bisa menegakkan hukum dengan memproses Ahok seadil adilnya sesuai hukum yang berlaku.

"Seperti di amanatkan dalam Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pasal 156, menghina agama ditahan, contoh Permadi, Ria Eden, Arswendo Atmowiloto, semua ditahan. Mudah mudahan dengan kedatangan GUIB Kabupaten Magetan ini Kejakgung bisa menegakkan keadilan. Agar tidak ada lagi umat Islam yang berunjukrasa,"kata Anwar Sanusi.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Magetan Kompol Djuwadi menyebutkan, aksi demo GUIB Magetan ini sudah mengirimkan pemberitahuan kepada Polisi Resor Magetan.

Karena ada jaminan tidak akan rusuh, Polres mengizinkan aksi demo damai di depan Kejari Magetan ini.

" Sebelumnya penanggungjawab aksi sudah memberikan pemberitahuan ke Polres. Kami juga sebelumnya menanyakan jumlah massa yang dibawa. Karena jumlah massa masuk akal dengan jumlah aparat keamanan, maka kami bersedia mengawal dan mengamankam aksi demo itu,"kata Kompol Djuwadi sambil mengatakan, jumlah massa yang dibawa GUIB sesuai pemberitahuan sebanyak 300 orang.

Ikuti kami di
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Musahadah
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help