Berita Bangkalan

Kepala Sekolah di Bangkalan ini Tak Terima Kantinnya Dikatakan Jorok, Ini Katanya

Kepala Sekolah SMPN 5 Kabupaten Bangkalan, Solehuddin membantah tudingan pihak Puskesmas Socah yang menyebutkan kantin sekolahnya jorok.

Kepala Sekolah di Bangkalan ini Tak Terima Kantinnya Dikatakan Jorok, Ini Katanya
pixgood
Mencuci tangan 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Kepala Sekolah SMPN 5 Kabupaten Bangkalan, Solehuddin membantah tudingan pihak Puskesmas Socah yang menyebutkan kantin sekolahnya jorok.

Tudingan tersebut terlontarkan  setelah sebanyak delapan siswa sekolah yang berlokasi di komplek perumda itu, suspect hepatitis. Mereka Berasal dari Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Socah.

"Virus hepatitis itu dari mana? Lha wong sama - sama belum tahu. Kalau siswanya dari satu dusun, ya mungkin saja dari sana (virusnya), " ujar Solehuddin melalui ponselnya kepada Surya Online, Jumat (2/12/2016).

Solehuddin menjelaskan, sebagai sekolah yang tengah menuju predikat Adiwiyata Nasional, kebersihan sekolah termasuk upaya menciptakan sebuah kantin sehat menjadi prioritas dirinya bersama para guru.

"Kami bekerjasama dengan Puskesmas Kota untuk melakukan pemantauan secara berkala kebersihan lingkungan dan kantin sekolah," jelasnya.

Atas kasus suspect hepatitis delapan siswa yang berasal dari satu itu, Soleh mengaku telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Hepatitis beranggotan empat orang guru.

Tim tersebut ditugaskan mendatangi rumah para siswa untuk memantau perkembangan kesehatan. Termasuk mencari tahu asal virus tersebut menyebar.

Soleh menyatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh tim satgas dari keluarga siswa suspect hepatitis, penyebaran virus diduga berasal dari sebuah sumber air yang ada di dusun tersebut.

"Informasinya, sumber air itu dipergunakan untuk keperluan mandi dan mencuci. Penularannya mungkin saja karena mereka sering bersama, satu mobil saat berangkat maupun pulang sekolah," paparnya.

Ia menambahkan, awalnya penderitanya hanya satu siswa. Lantas dua minggu kemudian, bertambah hingga berjumlah delapan siswa.

"Saya tidak ingat nama - nama siswanya. Mereka sementara dianjurkan istirahat di rumah masing -  masing," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kepala Puskesmas Socah Hj Wahyuni Widiawati menuding pihak SMPN 5 Bangkalan kurang memperhatikan kebersihan kantin sekolah. Bahkan, ia menyebut kantin sekolah itu jorok.

Itu disampaikan setelah pihak puskesmas mengecek kesehatan orang tua, saudara, dan warga di sekitar rumah siswa suspect hepatitis. Hasilnya, tidak satu pun dari mereka terjangkit.

Sedangkan Plt Dinas Kesehatan sekaligus Dirut RSUD Syamrabu Kabupaten Bangkalan drg Yusro menyatakan, pihaknya telah mengambil sample air dari kantin sekolah maupun sample air dari rumah siswa. Hingga saat ini, hasilnya belum diketahui.

Ikuti kami di
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Musahadah
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help