Berita Surabaya

Jelang Natal dan Tahun Baru, Perketat Pengawasan Parsel

"INI DILAKUKAN PETUGAS untuk memastikan bahwa mamin dan parsel yang dijual benar-benar aman," ujarnya, Jumat (2/12/2016), didam

Jelang Natal dan Tahun Baru, Perketat Pengawasan Parsel
surya/ahmad zaimul haq
RAZIA PARSEL - Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya memeriksa makanan dalam kaleng saat razia bingkisan Lebaran (parsel) di Toko Remaja, Surabaya, Kamis (16/6/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengawasan parsel di Jatim akan diperketat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Ini dilakukan, untuk mengantisipasi peredaran parsel kadaluwarsa dan ilegal di pasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Ardi Prasetiawan mengatakan, pengawasan barang beredar, khususnya makanan minuman dan parsel akan dilakukan oleh tim terpadu dari Disperindag, Balai POM, dan pihak kepolisian.

Semua tempat peredaran barang, mulai toko, pusat perbelanjaan, mall dan pasar modern akan disisir semua oleh tim terpadu.

"Ini dilakukan petugas untuk memastikan bahwa mamin dan parsel yang dijual benar-benar aman," ujarnya, Jumat (2/12/2016), didampingi Kepala Seksi Pengawasan Barang Beredar Disperindag Jatim, Eka Setyabudi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Jika dalam pengawasan tersebut, ternyata ditemukan barang yang kadaluwarsa maupun ilegal, maka tim akan melakukan penyitaan.

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar pelaku usaha penyedia parsel Natal dan tahun baru 2017 tidak menjual parsel yang produknya sudah kadaluwarsa dan ilegal.

Parsel yang dijual harus memenuhi standar dan syarat. Antara lain, jika berupa mamin harus berlabel bahasa Indonesia, ada label halal dari MUI, SNI, memenuhi unsur kesehatan, dan ada sertifikasi layak dikonsumsi dari BPOM.

"Guna memastikan itu, frekwensi sidak (inspeksi mendadak) sepanjang bulan Desember ini akan kita tingkatkan," jelas Ardi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Jika pada bulan biasa, dalam sebulan tim terpadu biasanya hanya tiga kali menggelar sidak. Bulan ini, sidak akan dilakukan sebanyak empat kali, seperti saat bulan puasa dan Idul Fitri.

Hal terpenting, masyarakat, kata Ardi, harus menjadi konsumen cerdas dan tahu betul barang yang akan dibeli.

"Caranya, teliti dengan seksama terlebih dahulu sebelum membeli suatu produk dan belilah sesuai kebutuhan," tegasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Ikuti kami di
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yoni
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help