Hukum Kriminal Surabaya

Bandar Sabu-sabu Bakal Jalani Sidang

"BERKAS SEMUA SUDAH oke. Tadi berkas dan barang bukti diserahkan," ujar Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network),

Bandar Sabu-sabu Bakal Jalani Sidang
istimewa
vonis hakim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berkas perkara big bos sabu sabu (SS), Yoyok yang menggendalikan peredaran sabu dari penjara Nusakambangan telah dinyatakan P-21 (sempurna) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Sesuai rencana, pekan depan Kejari Surabaya mengirim berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk segera disidangkan.

"Berkas semua sudah oke. Tadi berkas dan barang bukti diserahkan," ujar Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (2/12/2016).

Barang buktinya apa, karena Yoyok saat itu berada di balik jeruji besi?" tanya Surya.

"Barang buktinya ya SS yang pernah disidangkan di PN Surabaya saat terdakwa Aiptu Abdul Latif yang divonis mati bersama terdakwa Indri Rahmawati (istri siri Abdul Latif) dan Tri Diah Torissiah alias Susi," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Meski Yoyok yang dijuluki 'big bos' narkoba sudah P-21, penahanannya bukan dilakukan di Nusakambangan atau Rutan Kelas I Medang.

Namun Yoyok ditahan di LP Porong. Untuk proses sidangnya nanti, Kejari Surabaya akan mengambil dan mengantarkan saat pulang sidang

Dalam kasus peredaran SS, tiga anak buah Yoyok sudah divonis mati di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Mereka adalah Aiptu Abdul Latif, anggota Polres Sidoarjo, Indri Rahmawati (istri siri Abdul Latif) dan Tri Diah Torissiah alias Susi. Namun Yoyok yang biasa dijuluki 'sang bos' masih belum disidangkan.

Ulah Yoyok terbongkar dalam mata rantai peredaran narkoba setelah anggota Polrestabes Surabaya menangkap Abdul Latif dan istri sirinya di Sedati.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help