Pemkot Surabaya

APBD Kota Surabaya 2017 Digedok, ternyata Tiga SKPD ini Penyedot Anggaran Terbesar

"PENGGEDOKAN APBD 2017 ini, termasuk memperhitungkan sejumlah permasalahan yang dipersoalkan. Misalnya bantuan pendidikan dan trem."

APBD Kota Surabaya 2017 Digedok, ternyata Tiga SKPD ini Penyedot Anggaran Terbesar
Dya Ayu Wulansari
Ketua DPRD Surabaya, Armuji. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya 2017 resmi disahkan DPRD Kota Surabaya, Rabu (30/11/2016).

Pemkot bersama Badan Anggaran DPRD akhirnya menyepakati anggaran belanja tahun depan senilai Rp 8.561.484.147.400.

Nilai itu dengan target pendapatan daerah Rp 7.582.087.098.430.

Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mengatakan, digedoknya APBD 2017 ini sejak dilakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

"Dalam Penggedokan APBD 2017 ini, termasuk memperhitungkan sejumlah permasalahan yang beberapa waktu lalu dipersoalkan. Misalnya seperti bantuan untuk pendidikan, dan trem," katanya.

Dari jumlah APBD itu, haya tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Surabaya yang menonjol.
Yakni Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Dan Pematusan (DPUBM-P), Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kota (DPUCTKR), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.

DPUBM-P, misalnya, anggaran belanja mencapai Rp 1.011.515.626.205.

Dari jumlah itu, akan diperuntukkan pembangunan jalan, jembatan dan kelengkapannya mencapai Rp 138.5 miliar.

Kemudian, pemeliharaan, rehabilitasi saluran drainase dan Bozem senilai Rp 130 miliar.

Dan juga untuk pengadaan tanah sebesar Rp 240 miliar (pembebasan wiyung, Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), Middle East Ring Road (MERR) dan pembangunan dan penyediaan saranan prasarana pematusan Rp 231 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help