Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

KMP Legundi Mulai Layani Penumpang Surabaya - Lombok, Waktu Tempuh 21 Jam, ini Tarifnya

Berangkat dari dermaga Jamrud Utara 310, Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, dan merapat di Pelabuhan Lembar, Lombok, NTB.

KMP Legundi Mulai Layani Penumpang Surabaya - Lombok, Waktu Tempuh 21 Jam, ini Tarifnya
foto:net
KM Legundi 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, mulai Kamis (1/12/2016), mengoperasikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Legundi untuk rute Surabaya - Lombok.

Berangkat dari dermaga Jamrud Utara 310, Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, dan merapat di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Plt Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Faik Fahmi, usai peluncuran mengatakan, KMP Legundi ini merupakan kapal dengan rute jarak jauh.

"Bertujuan untuk menurunkan biaya logistik dan mengefisienkan baik waktu tempuh dan efisiensi biaya pemeliharaan dan perawatan kendaraan," jelas Faik.

Lebih lanjut, Faik menyebutkan waktu tempuh Surabaya-Lombok via laut hanya selama 21 jam.
Bandingkan dengan waktu tempuh via darat yang bisa mencapai 30-48 jam.

Selama perjalanan, kendaraan juga tak dinyalakan alias mati. Dengan begitu mesin kendaraan bisa lebih awet yang secara otomatis bisa megirit biaya pemeliharaan dan perawatan.

"Sopir dan penumpang juga bisa istirahat sehingga di begitu sampai tenaga lebih segar menuju ke tujuan," lanjutnya.

Keuntungan lain adalah mengurangi beban dan perawatan jalan karena berkurangnya truk yang melintas, juga mengurangi polusi dan emisi. Dan secara tidak langsung, pariwisata di Lombok bisa terdongkrak karena adanya rute baru ini.

"Kepadatan jalan bisa berkurang sehingga jalan dan penyeberangan lebih lancar. Wisatawan pun bisa senang karena waktunya tak habis di jalan," lanjut Faik.

Faik menjelaskan, rute Surabaya-Lombok akan dilayani KMP Legundi, dengan jadwal seminggu dua kali, pada Senin dan Kamis dari Surabaya dan Rabu dan Sabtu dari Lombok.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help