Berita Jombang

Dana KPA Jombang Minim, Pendampingan ODHA Megap-megap

"Pada 2016 ini total dana hanya Rp 350 juta. Sedangkan tahun depan malah turun menjadi Rp 345 juta saja," jelas Sekertaris KPA Kabupaten Jombang Mulya

Dana KPA Jombang Minim, Pendampingan ODHA Megap-megap
surya/sutono
Sekretaris KPA Kabupaten Jombang Mulya menunjukkan lembar yang digunakan untuk penyuluhan. 

SURYA.co.id | JOMBANG - KPA (Komisi Penanggulangan AIDS/’Acquired Immune Deficiency Syndrome’) Kabupaten Jombang ternyata minim dana.

Hal ini mengakibatkan penanganan Orang dengan AIDS (ODHA) di kabupaten tersebut kurang optimal.

"Pada 2016 ini total dana hanya Rp 350 juta. Sedangkan tahun depan malah turun menjadi Rp 345 juta saja," jelas Sekertaris KPA Kabupaten Jombang Mulya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (1/12/2016).

Dengan minimnya dana itu, sambung Mulya, KPA harus memutar otak agar pendampingan terhadap ODHA di Kabupaten Jombang dapat berjalan optimal.
Lebih-lebih, selain untuk pendampingan, anggran tersebut juga dipergunakan untuk operasional kantor serta program kerja KPA.

"Mulai untuk pemgembangan jejaring, Kebutuhan Sekretariat, rapat koordinasi, operasional kantor hingga pembuatan leaflet dan bahan untuk penyuluhan kami ambilkan dari dana tersebut," imbuhnya.

Mulya berharap ada penambahan dana untuk KPA Jombang, agar pendampingan dan kinerja dari KPA Kabupaten Jombang dapat berjalan dengan lebih optimal.

KPA Kabupaten Jombang mencatat 1.002 kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus/AIDS di Jombang dalam 16 tahun terakhir. Dari jumlah itu, sebanyak 464 ODHA meninggal.

Diungkapkan Mulya, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus itu juga melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Virus rapuh sehingga tak bisa bertahan lama di luar tubuh.

Virus ditemukan pada cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan berupa sperma, cairan pada vagina dan anus, darah, juga air susu ibu (ASI). Tapi, virus tak bisa menyebar melalui keringat maupun urine.

Selain hubungan seks, penularan virus terjadi pada masa kehamilan ibu, kelahiran, dan menyusui. Cara lain, yaitu oral sex, pemakaian alat bantu seks bergantian, transfusi darah, dan pemakaian jarum secara bergiliran.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sutono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help