Berita Gresik

Warga Korban Banjir Mulai Diserang Kutu Air dan Demam, Bantuan Belum Ada, begini Kondisi Mereka

“TERPAKSA memakai sepatu boot. Kaki sudah diserang kutu air. Sudah empat hari ini."

Warga Korban Banjir  Mulai Diserang Kutu Air dan Demam, Bantuan Belum Ada, begini Kondisi Mereka
surya/sugiyono
SEPATU BOOT – Warga Dusun Nongkokerep, Desa/Kecamatan Bungah, memakai sepatu boot untuk menghindari penyakit kutu air akibat banjir Bengawan Solo selama 4 hari ini, Rabu (30/11/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK – Empat hari banjir akibat luapan Bengawan Solo mulai berakibat. Sejumlah warga di Dusun Nongkokerep, Desa / Kecamatan Bungah diserang kutu air dan batuk, pilek serta demam.

“Tadi pagi saya ke Puskesmas Bungah untuk memeriksakan gula tinggi. Melihat anak-anak banyak yang berobat sakit batuk, panas dan demam. Jari kaki saya mulai diserang kutu air,” kata Nur Syamsiah (50), warga Desa Nongkokerep, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, sambil menunggu warung yang sepi pembeli , Rabu (30/11/2016).

Begitu juga dengan Nur Kholidah (27), warga Desa Bungah, juga mengalami kutu air. Untuk mencegah agar tidak semakin parah, Nur Kholidah memakai sepatu boot.

“Terpaksa memakai sepatu boot. Kaki sudah diserang kutu air. Sudah empat hari ini. Sekarang belum surut,” kata Nur Kholidah, sambil nekat jualan es di tengah genangan banjir Bengawan Solo yang menggenangi sekitar rumah dan jalan depan rumah.

Memasuki hari keempat banjir tersebut, warga juga belum mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Daerah.

Kebutuhan hidup semakin menipis karena rumahnya digenangi air sehingga tidak bisa membuka usaha secara maksimal.

Ada yang tetap membuka toko prancangan, warung kopi dan warung makan. Hanya pengerajin rebana yang tidak bisa beraktivitas sebab gudang dan tempat pembuatan rebana tergenang air.

“Tidak tahu apa kendalanya pembangunan tanggul ini. Padahal masalah banjir terjadi setiap tahun. Sekarang ini ada proyek Bendung Gerak Sembayat juga tidak fungsi secara maksimal. Seharusnya bendung Gerak Sembayat bisa megontrol air saat pasang dan surut, buktinya kita yang di hilir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Kabupaten Gresik menyarankan agar warga yang terkena penyakit agar berobat ke Puskesmas terdekat.

“Warga yang sakit, agar segera berobat ke Puskesmas. Sampai saat ini belum ada bantuan sembako untuk korban banjir, sebab warga sudah siap siaga banjir,” kata Abu Hasan, Kepala BPBD Kabupaten Gresik.

Sampai saat ini banjir Bengawan Solo masih menggenangi beberapa rumah warga dan jalan desa di Kecamatan Bungah dan Kecamatan Dukun.

Untuk di Kecamatan Dukun yaitu di Desa Karangcangkring, Dukunanyar, Tiremenggal, Bangeran Lebak, Lowayu, Baron dan Desa Madumulyorejo. Di Kecamatan Dukun rumah yang tergenang ada 37 rumah dengan ketinggian genangan sedalam 15 sampai 20 sentimeter. Termasuk pasar Dukun juga tergenang dengan ketinggian 10 sampai 15 sentimeter. Sawah yang tergenang air seluas 64 hektar.

Sedangkan untuk di Kecamatan Bungah, yaitu di Desa Sungonlegowo, Bedanten, Mojopuro Gede, Sukorejo, Bungah, Masangan, Sukowati dan Desa Melirang. Rumah yang tergenang ada 23 rumah dan sawah yang tergenang air seluas 16 hektar lebih.

“Proyek megah bendung Gerak Sembayat kok gak bermanfaat. Banjir masih terus menggenangi warga,” kata Kasimun (66), warga dusun Nongkokerep, Desa/Kecamatan Bungah.

Ikuti kami di
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help