Grahadi

Beranda Grahadi

Sukses Jaga Stabilitas Politik Pakde Karwo Raih Anugerah IDI

Kesuksesan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo dalam menjaga suasana Jatim yang aman mendapat perhatian dari pemerintah pusat

Sukses Jaga Stabilitas Politik Pakde Karwo Raih Anugerah IDI
ist
Menko Polhukam Jenderal TNI Pur Wiranto ketika menyerahkan penghargaan kepada Pakde Karwo di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu (30/11/2016). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kesuksesan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo dalam menjaga suasana Jatim yang aman mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Pemprov Jatim di bawah kendali Pakde Karwo dinilai mampu mengembangkan demokrasi sekaligus menjaga stabilitas politik. 

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhhukam) pun memberikan Anugerah Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2016. 

Penghargaan itu diterima Gubernur Soekarwo dari Menko Polhukam Jenderal TNI Pur Wiranto pada acara pemberian anugerah dan sosialisasi hasil IDI, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu (30/11/2016) malam. 

Capaian IDI Jatim terus meningkat sebesar 6.54 poin, dari 70.36 pada 2014 menjadi 76.90 pada 2015. Bahkan, capaian IDI Jatim tahun 2015 melebihi nasional yang sebesar 72.82 persen. 
Penilaian itu didasarkan pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tentang IDI bersama Kemenko Polhukam dengan kementrian/lembaga terkait pada 3 Agustus 2016 lalu. 

Pakde Karwo mengatakan, kesuksesan menjaga demokrasi di Jatim karena adanya ruang publik yang dibangun sehingga masyarakat bisa tersampaikan aspirasinya dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Maka, dialog menjadi kata kunci dalam menyelesaikan setiap masalah yang timbul. 

Saat menjawab media terkait adanya keseimbangan kebebasan dan hukum di Jatim, Pakde menyebut di Jatim tak pernah ada pertikaian antar partai politik sehingga suasana yang tumbuh dapat dirasakan secara kondusif, harmonis, aman dan nyaman. 

"Di Jatim tidak ada faksi-faksi, tapi hanya ada faksi Jawa Timur. Artinya, semua parpol berkumpul menjadi kekuatan yang bernama Jatim. Itulah yang kami namakan keseimbangan. Akan tetapi, jika keputusan yang diambil melibatkan satu unsur, maka musyawarah mufakat menjadi jalan terbaik," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, terdapat tiga aspek yang diukur dalam capaian IDI, yakni  aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik dan aspek lembaga demokrasi.  Aspek kebebasan sipil di Jatim terlihat dari meningkatnya kebebasan berkeyakinan  dan kebebasan dari rasa diskriminasi. Indikator lainnya juga terlihat dari kebebasan berkumpul dan berserikat.

Indeks aspek kebebasan sipil ini mengalami peningkatan 85.26 persen pada 2015 dibanding 2014 sebesar 81.26 persen.  Untuk indeks-indeks terkait aspek politik juga meningkat. Hal itu bedasarkan data BPS dari tahun 2014 sebesar 56.29 persen meningkat menjadi 67.44 pada 2015. Salah satu indikatornya terlihat dari berkurangnya jumlah demonstrasi yang berujung pada tindak kekerasan.

Selain itu, indeks aspek hak hak politik juga terlihat dari bertambahnya pengaduan masyarakat pada penyelenggaraan pemerintahan.  Sementara untuk, aspek lembaga demokrasi, pada 2014 sebesar 78.54 persen meningkat pada 2015 sebesar 81.39 persen.

Pakde Karwo mendeskripsikan, indeks variable yang naik berkat hubungan yang harmonis antara peran Eksekutif dan Legislatif (DPRD) di Jatim.  

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto mengatakan bahwa negara Indonesia terbentuk karena adanya demokrasi. Demokrasi bisa berkembang dengan baik jika kesejahteraan masyarakat terpenuhi. 

Ia menjelaskan, demokrasi merupakan keterpaduan antara kebebasan dan kewajiban. Kebebasan dan kewajiban harus berjalan seimbang, tak melebihi dari aturan dan supremasi hukum yang berlaku di Indonesia. Kebebasan dari demokrasi yang berlebihan serta tidak sesuai dengan aturan hukum akan menghasilkan tindakan anarkisme dan berujung pada kerusakan. 

Penghargaan IDI ini, lanjut Wiranto, menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan baik. Capaian IDI diukur bedasarkan 3 aspek, 11 variable, dan 28 indikator. Aspek-aspek yang diukur meliputi aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik, dan aspek lembaga demokrasi. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada daerah yang telah mendapatkan anugerah IDI. Semoga bisa menular kepada daerah lainnya," pungkasnya.   (*/fae)

Ikuti kami di
Editor: Cak Sur
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help