Berita Kampus Surabaya

Pak Menteri Muhadjir, Simaklah Pendapat Rektor ITS dan Rektor Unair Surabaya

REKTOR UNAIR: Sepanjang PT dilibatkan maka itu menjadi modal kepercayaan bagi kami karena kami adalah user bagi lulusan SMA/SMK.

Pak Menteri Muhadjir, Simaklah Pendapat Rektor ITS dan Rektor Unair Surabaya
surya/ahmad zaimul haq
ARSIP - Rektor ITS, Joni Hermana (kanan) melihat persiapan saat melepas tim robot yang akan mengikuti ajang lomba robot di Gedung Pusat Robotika, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, Senin (21/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Posisi Nilai Ujian Nasional (NUN) sebagai pertimbangan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selama ini masih banyak diabaikan pemimpin PTN.

Penyebabnya, dalam proses pelaksanaan UN, PTN tidak dilibatkan dan pengumumannya yang cenderung lebih lama dari pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Namun, wacana desentralisasi Ujian Nasional (UN) diharap bisa menjadi pintu masuk bagi PTN untuk terlibat di dalamnya.

Hal ini bertujuan agar hasil ujian sekolah tetap kredibel dan dapat digunakan sebagai komponen penggantin UN dalam SNMPTN.

Rektor ITS, Prof Joni Hermana, menyatakan pelibatan PTN di ITS setidaknya bisa dilakukan dalam  bidang pengelolaan data hasil ujian.

Pertimbangannya, ITS memiliki sistem komputerisasi data terbaik dan sudah dipakai dalam berbagai ujian, seperti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan hasil uji potensi akademik pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Dinas Pendidikan Surabaya (Dindik) Surabaya.

”Jika dilibatkan buat naskah saya rasa ITS tidak mau,” jelasnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (30/11/2016).

Menurut dia, antara SMA/SMK dan PTN berada di bawah kementrian yang berbeda sehingga keterlibatan bisa lebih personal bukan pada institusinya.

Joni menyebutkan, ada dua konsep perbedaan antara ujian kelulusan SMA/SMK dengan yang dibuat oleh PTN.

Uji kelulusan SMA lebih pad ajian kompetensi siswa yang berguna untuk mengukur sasaran pembelajaran yang sudah dilakukan. Sementara, ujian yang dilakukan PTN lebih pada sistem ujian prediksi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help