Berita Gresik

Dua Tahun Usai Pesta Demokrasi, Kertas Suara di KPUD Gresik Dimusnahkan, begini Caranya

SALAH SATU sarat Kertas suara dapat dibakar yaitu minimal sudah dua tahun lewat masa kegiatan pemilu, baik pemilihan legislatif.

Dua Tahun Usai Pesta Demokrasi, Kertas Suara di KPUD Gresik Dimusnahkan, begini Caranya
surya/sugiyono
DILELANG – Kertas suara di gudang KPUD Gresik dimusnahkan dengan cara dilelang, Rabu (30/11/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Gresik memusnahkan surat suara dengan cara melelang ratusan ton kertas suara senilai Rp 175 juta.

Lelang diselenggarakan langsung oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) Surabaya. Uangnya dikembalikan kepada negara.

“Jadwal retensi arsip, barang logistik pemilu harus dimusnahkan. KPU RI sudah meminta kepada KPU Provinsi dan Kabupaten jika sudah memasuki masa jadwal retensi arsip. Sesuai arahan KPU RI agar mempertimbangkan asas manfaatnya. Daripada dimusnahkan, lebih baik dilelang dan uangnya dikembalikan kepada negara. Setelah dilelang kertas suara tersebut sesuai dengan perjanjian yaitu diurulang untuk dilebur, tidak boleh dikenali lagi seperti bentuk aslinya,” kata Elvita Yuli, devisi logistik KPUD Kabupaten Gresik, Rabu (30/11/2016).

Salah satu sarat Kertas suara dapat dibakar yaitu minimal sudah dua tahun lewat masa kegiatan pemilu, baik pemilihan legislatif, pemilihan bupati dan pemilihan presiden.

“Kertas suara yang dilelang ini dari Pilkada 2010, Pilgub 2013, Pileg dan Pilpres 2014,” imbuh alumni Universitas Muhammadiyah Gresik 1994, saat di gudang persewaan, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Selama proses lelang diikuti oleh 6 pendaftar. Tapi yang melengkapi berkas ada 5 perusahaan.

“Selanjutnya dilelang oleh tim KPKNL Surabaya. Hasilnya langsung dikirim ke kas negara,” kata Elvita yang juga mantan Jurnalis Radio Elbayu, Gresik.

Ikuti kami di
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help