Pemkot Surabaya

Wisata Air Kalimas Mendakati Kenyataan, Perizinan Beres, Pemkot Tinggal Menunggu Beberapa Hal ini

"Progresnya saat ini, sudah berjalan baik. Perijinan sudah dikantongi, tinggal beberapa sentuhan lain sebagai penunjang Wisata Air Kalimas."

Wisata Air Kalimas Mendakati Kenyataan, Perizinan Beres, Pemkot Tinggal Menunggu Beberapa Hal ini
surya/dya ayu
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk mewujudkan Wisata Air Kalimas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengebut pengerjaan fasilitas penunjang. Seperti peremajaan taman dan penertiban bangunan liar di sepanjang Sungai Kalimas.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, wacana menjadikan Sungai Kalimas sebagai Wisata Air sebenarnya sudah lama dilakukan.

Namun, pengerjaan ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena membutuhkan banyak persiapan.

"Progresnya saat ini, sudah berjalan baik. Perijinan sudah dikantongi, tinggal beberapa sentuhan lain sebagai penunjang Wisata Air Kalimas," kata Whisnu Sakti Buana  saat ditemui di Kantor Balai Kota Surabaya, Jumat (25/11/2016).

Fasilitas penunjang itu meliputi, destinasi di sepanjang kawasan Sungai Kalimas. Mulai dari Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga Jembatan Petekan.

Untuk menunjang itu, Pemkot saat ini telah memasuki tahap revitalisasi.

Hal itu meliputi, peremajaan taman-taman yang berada tepat disepanjang Sungai Kalimas.

Kemudian, penertiban bangunan liar, serta merekonstruksi Jembatan Petekan yang sempat terkenal di jaman Belanda sebagai penunjang moda transportasi air.

"Untuk tamannya, akan ada dermaga sebagai tempat jujukan. Kemudian, penertiban Bangli supaya pengunjung yang datang disuguhkan pemandangan yang bagus bukan sebaliknya. Dan satu lagi, kita akan merekonstruksi Jembatan Petekan sebagai tempat Destinasi sejarah," paparnya.

Untuk menunjang hal itu, Pemkot Surabaya saat ini getol menormalisasi Sungai Kalimas untuk mengurangi kedangkalan.

Pasalnya, banyaknya timbunan lumpur yang ada kerap kali menyebabkan kapal tersangkut oleh lumpur.

"Penertiban Bangli tentunya sudah jalan, kemudian peremajaan taman-taman dan kami sudah masuk ketahap uji coba perahu di Kalimas. Jadi, perahu apa yang cocok melintas disana juga susah dilakukan," terangnya.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved