Berita Lifestyle

Kisah Kembar Marcha dan Ingvar, Tak Selamanya Baju dan Perlakuannya Sama

Keduanya kini tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesukaan masing masing.

Kisah Kembar Marcha dan Ingvar, Tak Selamanya Baju dan Perlakuannya Sama
surya/ist
Saudara kembar Marcha dan Ingvar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memiliki anak kembar bagi sebagian orangtua sungguh menyenangkan.

Ada dua buah hati yang unik karena memiliki kesamaan dalam beberapa hal.

Toh, orangtua harus pandai-pandai mengasuhnya, tidak membedakan hak dan kewajiban serta kasih sayang antara satu dan lainnya.

Seperti pasangan Melissa dan Berto yang memiliki buah hati kembar non identik Marcha dan Ingvar.

Keduanya kini tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesukaan masing masing.

“Saya tidak pernah membatasi atau mengarahkan harus begini harus begitu , apa yang anak-anak minati silahkan, tidak harus sama meski mereka kembar,” papar Melissa.

Meski berada di satu sekolah, Marcha yang terlahir lebih dulu misalnya, lebih suka menggambar, bernyanyi, gandrung dengan squishy yang lucu dan menggemaskan. Sedangkan

Ingvar lebih suka dengan kegiatan outdoor dan olahraga. “Ingvar suka dengan tenis dan basket, pulang sekolah langsung latihan tenis atau basket, dan dia berprestasi lho,” kata Melissa bangga.

Sebagai orangtua, Mellisa cukup menaruh perhatian apa yang dikerjakan anak-anaknya.

Mereka sepakat untuk tidak mengarahkan kepada sesuatu kegiatan yang sekiranya membuat anak terpaksa melakukannya.

Menurutnya meski saat ini kedua buah hatinya sibuk sendiri sendiri dengan jadwal kegiatan yang padat, mereka tetap diberi tanggung jawab untuk belajar.

Buah hati kembar, baik identik atau tidak, umumnya mereka ada kemiripan fisik, tidak seperti lazimnya saudara kandung.

Kemiripan ini bisa saja terjadi walaupun mereka beda jenis kelamin. Selain kemiripan fisik, mereka juga memiliki kedekatan emosi.

Beberapa ilmuwan tidak menyarankan anak kembar diberi nama yang terlalu dekat mirip, atau juga dibelikan pakaian dan mainan yang sama.

Ini dimaksudkan untuk membantu mereka memunculkan kesadaran karena mereka bukan satu paket, tetapi dua pribadi yang utuh.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help