Berita Gresik

Kabar Buruk dari Gresik: Banyak Perusahaan Bersiap Menyusul Hengkang

Gubernur Jawa Timur telah menetapkan UMK Gresik tahun 2017 sebesar Rp 3.293.506,25, lebih besar dari UMK tahun 2016 sebesar Rp 3.042.500.

Kabar Buruk dari Gresik: Banyak Perusahaan Bersiap Menyusul Hengkang
jiipe
Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK - Ini kabar buruk dari Gresik. Para pengusaha mengancam akan memutuskan pindah ke daerah lain jika UMK Gresik terlalu tinggi.

Jika beberapa waktu lalu sudah ada beberapa perusahaan memilih pindah ke Lamongan, sekarang ini ada sejumlah perusahaan lain yang bersiap hengkang dari Gresik.

Perusahaan yang hendak merelokasi pusat bisnisnya itu kebanyakan adalah perusahaan padat karya.

Seperti perusahaan yang bergerak di sektor tekstil, kayu, alas kaki, industri pertanian, makanan dan minuman.
Karena alasannya tentang UMK, merekapun memilih daerah yang nilai UMK-nya lebih rendah dari Gresik.

"Tingginya nilai UMK Gresik sangat berdampak bagi perusahaan. Terutama perusahaan besar yang memiliki ribuan buruh atau tenaga kerja," ungkap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik, Lailatul Qodri, Selasa (22/11/2016).

Diungkapkan dia, setelah ada kabar bahwa UMK tahun 2017 kembali meningkat tajam, sudah ada beberapa perusahaan yang mulai ancang-ancang untuk merelokasi usahanya ke daerah lain.

Alasannya sama, tak mampu membayar kaum buruh sebagaimana ketentuan UMK.

"Yang pasti, dengan besaran UMK ini beberapa perusahaan terutama di bidang padat karya terancam gulung tikar atau pindah ke daerah lain. Seperti diketahui, sudah ada beberapa perusahaan yang pindah, termasuk BHS, New Era dan beberapa perusahaan lain yang memilih bergeser ke daerah dengan UMK lebih rendah," sambungnya.

Ya, Gubernur Jawa Timur telah menetapkan UMK Gresik tahun 2017 sebesar Rp 3.293.506,25, lebih besar dari UMK tahun 2016 sebesar Rp 3.042.500. Nilai UMK Gresik tertinggi kedua di Jatim setelah Surabaya.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik, Tri Andhy Suprihartono, dengan nilai UMK tahun 2016 saja banyak perusahaan di Gresik tak mampu membayar buruhnya sebesar itu. Apalagi akan naik naik lagi mulai tahun depan.

Tahun 2016 ini, dari sekitar 1.000 perusahaan yang beroperasi di Gresik, hanya 35 persen yang membayar buruh sesuai UMK. Sedangkan 65 persen lainnya membayar di bawah UMK.

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved