Berita Surabaya

UMK Jatim Ditetapkan, Buruh masih akan Demo pada Januari 2017, ternyata ini Alasannya

"Kami tak akan lelah untuk turun jalan. Besaran UMK itu kalau dikaitkan dengan tingkat kemahalan kebutuhan masih tidak layak," kata Jamaludin.

UMK Jatim Ditetapkan, Buruh masih akan Demo pada Januari 2017, ternyata ini Alasannya
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Ribuan buruh dari berbagai serikat buruh melakukan demo di depan Gedung Grahadi, Kamis (19/11/2015) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ribuan buruh di Jatim memilih akan turun ke jalan menolak penetapan UMK.

Mereka akan berunjuk rasa mendesak Gubernur Jatim merevisi besaran UMK yang berlaku 1 Januari 2017.

Jamaludin, Koordinator Aliansi Buruh Jatim, mengaku akan menggerakkan elemen buruh untuk berdemo.

Mereka mengancam mendatangi kantor Gubernur Jatim, Senin (21/11/1016).

"Kami tak akan lelah untuk turun jalan. Besaran UMK itu kalau dikaitkan dengan tingkat kemahalan kebutuhan masih tidak layak," kata Jamaludin, anggota Gerakan Aksi Upah Murah(GASTUM) Jatim.

Gubernur Jatim telah mentapkan UMK 2017 ke dalam Pergub 121.

Buruh menilai penetapan UMK itu hanya didasarkan dengan skema sesuai PP 78. UMK naik 8,25 persen.

Buruh menilai bahwa itu (UMK baru) merupakan bentuk kebijakan upah murah.

Kenaikannya juga masih rendah dan diyakini kehidupan buruh akan tetap susah.

Menurut dia, seharusnya Gubernur menetapkan besaran UMK merujuk rekomendasi kepala daerah di ring 1.

Seperti usulan Bupati Gresik Rp 3,7 juta, Bupati Pasuruan 3,5 Juta, Bupati Sidoarjo Rp 3,5 Juta.

Buruh Jatim akan mendesak Gubernur merevisi UMK terutama di Ring 1.

Buruh meminta kenaikan dari UMK 2016 ditetapkan 20 persen.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved