Surya/

Berita Lifestyle

Sering Memasak Daging Merah? Jangan Terlalu Matang! Ini Alasannya

Akibat dipanasi terlalu lama, zat pada daging berubah jadi zat yang bersifat karsinogenik

Sering Memasak Daging Merah? Jangan Terlalu Matang! Ini Alasannya
pixabay
Ilustrasi olahan masakan berbahan daging 

SURYA.co.id | RIAU - Telah banyak penelitian yang menemukan antara kaitan daging merah dengan risiko kanker.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia pun menempatkan daging merah yang diproses, seperti sosis dan bacon, ke dalam daftar makanan yang bersifat karsinogen.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo menuturkan, konsumsi daging merah yang berlebihan dalam waktu lama memang dikhawatirkan bisa memicu kanker.

Terutama, daging merah yang dimasak terlalu matang atau sampai gosong, baik karena dibakar atau digoreng.

"Jadi bukan soal dibakar pakai areng. Akibat dipanasi terlalu lama, zat pada daging berubah jadi zat yang bersifat karsinogenik." kata Aru di sela-sela program edukasi Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV/AIDS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (10/11/2016).

Dalam penelitian di Amerika Serikat, daging merah dikatakan bisa memicu terbentuknya sel kanker karena mengandung molekul Neu5Gc.

Molekul tersebut banyak ditemukan di daging sapi, babi dan domba.

Konsumsi dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Dalam jangka panjang, dapat membentuk sel-sel abnormal di tubuh.

Namun, penelitian mengenai daging merah maupun daging merah olahan sebagai salah satu pemicu kanker pun masih terus dilakukan.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help