Berita Sumenep Madura

Dua Kepulauan di Sumenep Mulai Krisis Air Bersih

"Karena untuk warga Pulau Giligenting daerah yang terdekat Kecamatan Bluto, maka mengambil air minumnya dari daerah tersebut, sedangkan daerah terdeka

Dua Kepulauan di Sumenep Mulai Krisis Air Bersih
surya/Mohammad Rifai
Pemkab Sumenep saat melakukan droping air bersih atau air minum ke beberapa daerah di Sumenep yang krisis air bersih. 

SURYA.co.id | SUMENEP – Meskipun tahun ini musim kemarau tidak menentu dan seringkali  masih turun hujan.

Namun krisis air bersih sudah mengancam di beberapa wilayah madura khususnya di Kabupaten Sumenep

DSeminggu belakangan ini cuaca panas kembali menyengat di wilayah Sumenep hingga di beberapa kepulauan mulai krisis air bersih.

Krisis air bersih telah terjadi di di Pulau Giligenting dan Pulau Poteran wilayah kabupaten Sumenep seminggu terakhir ini.

Sumur-sumur dan sumber air yang sebelumnya masih terlihat ada airnya, sekarang sudah mulai mengering, sehingga warga di dua kepulauan terpaksan mengambil air dari pulau lain atau bahkan ada terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan mencuci dan mandi.

"Kami terpaksa membeli air minum dari daratan Kecamatan Bluto Sumenep, karena di desa kami di desa Kombang, Pulau Giligenting, sudah mulai sulit mendapatkan air bersih," ujar Rusfendi, warga Pulau Giligenting, Sumenep, Senin (7/11/2016).

Ia pun membenarkan, untuk kebutuhan mandi dan mencuci saat ini, warga sekitar banyak menggunakan air sungai.

Tetapi untuk air minum dan memasak terpaksa membeli di daerah lain yakni di daratan Sumenep, khususnya di wilayah Kecamatan Bluto dan untuk warga Pulau Poteran, warga sekitar banyak membeli air minum dari Kecamatan Kalianget.

"Karena untuk warga Pulau Giligenting daerah yang terdekat Kecamatan Bluto, maka mengambil air minumnya dari daerah tersebut, sedangkan daerah terdekat dari Pulau Poteran, yakni Kecamatan Kalianget, Sumenep," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sedangkan bagi warga yang cukup punya banyak uang, warga ada yang harus membayar jasa pengambilan air minum yang harganya menyesuaikan dengan jarak mendapatkan air minum. Dari harga Rp 25 irbu untuk satu jerigen air minum ukuran 20 liter.

"Harga itu masih ditambah ongkos perahu Rp 3.000," sambung Rusfendi.

Pihaknya berharap pemerintah turun tangan mengatasi krisis air bersih yang saat ini melanda di pulau tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep melalui Kabid Kesiapsiagaan, Syaiful Arifin menyatakan, lembaganya hingga saat ini masih belum mendapat laporan atau mendapat permintaan droping air bersih ke dua pulau tersebut. Jika ada, maka pihaknya saat itu akan lakukan droping air bersih.

"Kami siap kapan saja, akan melalukan droping air bersih, jika di dua kepulauan tersebut minta dikirimi air bersih atau air minum. Warga tinggal melapor ke aparat desa setempat dan kades menyampaikan ke kita, maka saat itu juga kita droping," tegas Syaiful Arifin kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved