Berita Magetan

Warnet di Magetan Luluh Lantak Diseruduk Truk, Pemiliknya Masih Bersyukur

"Kecelakaan mau diapakan. Tidak sengaja. Siapa yang mau celaka. Saya pasrah saja bagaimana baiknya,"kata Puguh.

Warnet di Magetan Luluh Lantak Diseruduk Truk, Pemiliknya Masih Bersyukur
surya/doni prasetyo
Bangunan warung internet (Warnet) rusak parah dihantam truk yang tidak kuat berjalan ditanjakan Dusun Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Sabtu (5/11/2016). 

SURYA.co.id I MAGETAN - Diduga kelebihan muatan, truk pengangkut pupuk pertanian yang dikemudikan Barno, warga Tuban, tidak kuat berjalan di tanjakan Dusun Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

Akibatnya truk melorot dan menghantam warung internet (warnet) setempat, Sabtu (5/11/2016).

"Saya sudah berusaha menginjak pedal rem kuat kuat, tapi truk tetap melaju mundur, daripada menimpa kendaraan di belakang, saya buang stir ke kanan dan menabrak pohon. Tapi karena pohon kecil tidak kuat menahan laju truk dan terus berjalan dan baru berhenti setelah menabrak warnet," kata Barno kepada SURYA.co.id (TribunMagetan.com), Sabtu (5/11/2016).

Menurut Barno, truk bernomor polisi S 8350 DW itu tidak kuat berjalan menanjak karena ada masalah dengan koplingnya sehingga saat roda gigi mau dikurangi, persneling tidak bisa masuk dan truk langsung melorot.

"Kopling macet, tadi saya mau kurangi dari gigi tiga ke gigi dua, tidak bisa masuk, persnelingnya tidak bergerak dan mobil melorot atret, saya berusaha membuang stir ke kanan agar bisa berhenti setelah menabrak truk, tapi karena pohon kecil, tidak kuat menahan laju truk dan baru berhenti setelah nabrak truk,"jelas Barno.

Puguh, pemilik warnet yang tempat usahanya hancur dihantam truk itu, saat kejadian sedang mengambil rapor anaknya di SDN Banyudono sehingga tidak ada korban jiwa.

"Biasanya, sekitar jam 8.00, warnet sudah penuh dengan anak anak bermain game. Tapi karena saya mengambil rapor, warnet saya tutup," kata Puguh kepada SURYA.co.id.

Puguh mengetahui, rumah tempat usahanya hancur setelah diberitahu tetangga yang menyusulnya ke sekolah.

Meski tidak hancur total, tapi untuk renovasi warnet itu membutuhkan dana minimal sekitar Rp 50 juta, belum beberapa perangkat komputer yang hancur terkena material bangunan.

"Tadi sebenarnya ada sekitar empat orang anak sekitar sini yang mau bermain game. Seandainya saya izini, tidak tahu apa yang terjadi. Syukur alhamdulillah masih diberi perlindungan," kata Puguh.

Ia telah menyerahkan urusan perbaikan bangunan rumahnya kepada Barno, sopir truk itu.

"Kecelakaan mau diapakan. Tidak sengaja. Siapa yang mau celaka. Saya pasrah saja bagaimana baiknya," kata Puguh.

Sementara, Waka Polsek Ngariboyo, Resor Magetan Iptu Srianto, membenarkan kecelakaan itu akibat ada kerusakan pada sistem perpindahan perseneling kendaraan sehingga kendaraan tidak kuat menanjak.

"Kami masih mintai keterangan. Kesimpulan sementara sistem perseneling tidak berfungsi. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, hanya bangunan warmet dan bak truk," kata Iptu Srianto.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help