Berita Surabaya

Camat Sawahan Perketat Pengawasan Panti Pijat

"Hasilnya, dari operasi senyap yang digelar ada satu orang terapis positif HIV, dan lima orang terinfeksi penyalir kelamin atau sifilis," kata Camat S

Camat Sawahan Perketat Pengawasan Panti Pijat
antara/eric ireng
Tiga mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) mengenakan kostum berbahan kain tipis menutup seluruh tubuh, saat aksi Hari AIDS Se Dunia di Surabaya, Senin (1/12/2014). Aksi puluhan mahasiswa tersebut diwarnai pembagian pita merah kepada pemakai jalan, menyusul data Dinas Kesehatan Surabaya pada 2014, hingga bulan September tercatat 13 bayi dan 134 Ibu positif mengidap HIV/AIDS. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kecamatan Sawahan terus meningkatkan pengawasan, untuk mencegah penyebaran virus HIV-AIDS.

Oleh karena itu, peningkatan yang dilakukan adalah dengan operasi senyap di panti pijat dan tempat karaoke.

Operasi senyap ini kerap dilakukan setiap bulannya oleh jajaran Kecamatan, tentunya juga dengan pihak aparat terkait.

Harapannya, tidak ada penyebaran virus HIV-AIDS dan penyakit kelamin lainnya di kawasan Kecamatan Sawahan.

Mengingat, kawasan itu pernah menjadi tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Oleh karena itu, kewaspadaan dan peningkatan terus dilakukan oleh pihak terkait.

"Hasilnya, dari operasi senyap yang digelar ada satu orang terapis positif HIV, dan lima orang terinfeksi penyalir kelamin atau sifilis," kata Camat Sawahan M Yunus kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Sabtu (29/10/2016).

Operasi senyap ini dilakukan selama tiga gelombang setiap bulannya. Untuk gelombang pertama, sebanyak 49 terapis dan wanita penghibur. Kemudian, untuk gelombang dua sebanyak 49 orang dan terakhir berjumlah 20 orang.

Dari hasil operasi itu, dan dinyatakan positif terjangkit penyakit maka tindakan selanjutnya adalah menghimbau para terapis dan wanita penghibur untuk tidak melayani pelanggan.

Selain itu, para wanita akan diberikan tindakan medis dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, untuk langkah selanjutnya.

"Kalau untuk identitas, mohon maaf kami tidak bisa mengatakan karena itu menjadi rahasia penderita dan dokter. Yang jelas, semuanya yang terjangkit langsung diberhentikan untuk tudak bekerja," tegas Yunus kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help